Kuartal I 2026, Adira Finance Catatkan Kinerja Solid di Tengah Konflik Global

Thursday, 30 April 2026 | 12:52 Wita - Editor: Agung Eka -

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Di tengah pertumbuhan industri otomotif yang masih moderat akibat konflik global terkhusus di timur tengah, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru yang solid. Sepanjang kuartal I-2026, pembiayaan baru Perusahaan tumbuh signifikan yaitu sebesar 52% (yoy) menjadi Rp11,9 triliun. Seluruh segmen mencatatkan pertumbuhan, baik pada segmen otomotif maupun non-otomotif.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi Perseroan dalam menangkap peluang pasar secara selektif dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan baru, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan turut meningkat sebesar 18% (yoy) menjadi Rp64,7 triliun,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).

PT-Vale

Pada saat yang sama, kata dia, Adira Finance juga terus memperluas jangkauan operasional dengan mengoperasikan 879 jaringan usaha (termasuk cabang dan satelit) diseluruh indonesia yang diikuti dengan peningkatan jumlah pelanggan aktif dari 2,0 juta nasabah pada 1Q25 menjadi 2,6 juta nasabah pada 1Q26.

Profitabilitas Meningkat & Kualitas Aset Terjaga

Dari sisi keuangan, Adira Finance mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I-2026. Seiring dengan pertumbuhanaset yang dikelola, total pendapatan meningkat 7% (yoy) menjadi Rp3,2 triliun. Sementara itu, beban penyisihan penurunan nilai tercatat menurun 7% (yoy) menjadi sekitar Rp635 miliar, sejalan dengan pengelolaan risiko yang tetap disiplin dan kualitas portofolio yang terjaga.

“Secara keseluruhan, beban usaha masih meningkat, namun dengan laju yang lebih terkendali. Dengan demikian, laba bersih Perusahaan tumbuh 26% (yoy) menjadi Rp484 miliar,” lanjut Dewa Made Susila.

Sementara itu, Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menyampaikan bahwa kinerja ini mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga mampu mendorong peningkatan profitabilitas dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

“Terjaganya kualitas aset tersebut antara lain tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross konsolidasian yang menurun menjadi 1,9% pada Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.

Ke depan, Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, penguatan hubungan dengan  pelanggan dan mitra bisnis, peningkatan produktivitas di seluruh lini bisnis, serta disiplin biaya yang konsisten guna menjaga profitabilitas dan memperkuat daya tahan usaha. (*)