Pascasarjana UMI Bakal Gelar Konferensi Internasional SDGs, Dirangkaikan Pelantikan ASEAN Loretory Group
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dalam rangka menyambut milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI), Program Pascasarjana (PPs) akan menggelar International Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context.
Konferensi bertaraf internasional ini bakal berlangsung di Auditorium Al-Jibra, Kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, pada Senin 8 Juni nanti.
Berskala internasional, kegiatan ini melibatkan delapan negara. Beberapa di antaranya, Jepang dan Malaysia.
Ketua BRIN, Prof Arif Satria direncanakan hadir sebagai keynote speaker bersama para akademsi internasional, seperti Prof. Dr. Sybe De Vries (Utrecht University, Netherland); Prof. Kazuma Ogawa, Ph.D.(Kanazawa University, Japan); Prof. Dr. Sihong Kim, (Specialist of Development Corporation Policy, Korea); Prof. Jose Maria De Dios Marcer (Universitat Autònoma de Barcelona); Prof. Dr. Jady Zaidi Hassim (University Kebangsaan Malaysia); Prof. Bambang Rudyanto (Wako University Tokyo, Japan); dan Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D. (Jawaharlal Nehru University, India).
Asisten Direktur I Pascasarjana UMI sekaligus Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Andi Tamsil, MS, IPM, mengatakan, konferensi internasional tersebut menjadi salah satu agenda besar Pascasarjana UMI yang mengangkat tema pembangunan berkelanjutan atau sustainable development dalam konteks ASEAN dan global.
“Kegiatan ini dalam rangka Milad UMI ke-72. Setiap unit diberi kesempatan menghadirkan kegiatan yang mendukung semangat milad dan kami memilih menghadirkan konferensi internasional,” ujarnya.
Prof Andi Tamsil juga mengungkapkan, hingga saat ini jumlah paper yang masuk ke panitia sudah mendekati 100 naskah ilmiah dari berbagai bidang ilmu dan negara. Seluruh paper tersebut akan dipresentasikan dalam forum ilmiah internasional tersebut.
“Pembicara yang hadir berasal dari beberapa negara dan banyak di antaranya telah menyatakan kesediaannya menjadi dosen tamu di UMI,” katanya.
Konferensi tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus pakar hukum se-ASEAN atau ASEAN Loretory Group yang sebelumnya dibentuk di Malaysia dan kini dikukuhkan di UMI.
Asisten Direktur IV Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Zainuddin, S.Ag., SH menjelaskan bahwa pengukuhan ASEAN Loretory Group ini melibatkan berbagai perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia hingga Vietnam. UMI dipercaya menjadi salah satu inisiator organisasi tersebut.
“Keputusan pada 22 April lalu menetapkan UMI sebagai tuan rumah pengukuhan anggota ASEAN Loretory Group dari seluruh negara ASEAN,” ujarnya.
Menurut Prof Zainuddin, UMI memiliki peran besar dalam pembentukan organisasi tersebut. Ia menilai kepercayaan menjadi tuan rumah pengukuhan organisasi ASEAN tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi UMI.
Selain memperkuat posisi kampus di tingkat regional, kegiatan itu juga menjadi bagian dari misi internasionalisasi kampus menuju penguatan global ranking.
“Harapannya, UMI tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga semakin kuat kehadirannya di kawasan ASEAN,” jelasnya.
Sekretaris Panitia, apt. Muammar Fawwaz, S.Farm., M.Si., Ph.D menambahkan konferensi ini bersifat holistik karena menghadirkan berbagai disiplin ilmu dalam pembahasan isu Sustainable Development Goals (SDGs).
“Tercatat ada delapan negara yang terlibat dan lima negara di antaranya hadir secara langsung di Makassar. Para pembicara berasal dari berbagai negara seperti Belanda, Jepang, Korea Selatan hingga Spanyol,” ungkapnya.
Salah satu topik yang akan menjadi perhatian ialah pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan.
“Ada ahli dari Jepang, Profesor Kazuma Ogawa, yang fokus pada pengembangan obat berbasis nuklir. Pembahasan nantinya tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi, hukum, sosial hingga agama,” katanya.
Ia menambahkan, konferensi tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa pascasarjana UMI untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di tingkat internasional. Selain menjadi syarat akademik bagi mahasiswa S2, publikasi hasil penelitian juga diharapkan meningkatkan daya saing lulusan UMI.
Menariknya, panitia memberikan fasilitas pendaftaran gratis bagi mahasiswa UMI sebagai bentuk dukungan agar semakin banyak mahasiswa terlibat aktif dalam forum akademik global.
“Panitia optimistis standar pelayanan dan fasilitas konferensi yang disiapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta internasional yang hadir di Makassar,” tutupnya. (*)