Siap Hadiri Milad ke-72, Alumni Terbaik UMI Tegaskan Dukungan bagi Penguatan Pendidikan Hukum Berkelas Nasional

Wednesday, 27 May 2026 | 09:28 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan langkah strategis dalam memperkuat reputasi nasionalnya sebagai kampus yang terus bertumbuh, adaptif, dan berdampak. Rektor UMI,Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH melakukan pertemuan hangat dan penuh makna dengan Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, SH., MH di Kantor Kementerian Hukum Republik Indonesia, Selasa (26/5/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi menjadi momentum strategis yang memperlihatkan eratnya ikatan almamater antara UMI dan salah satu putra terbaiknya yang kini mengemban amanah di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI secara langsung menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Hukum RI untuk menghadiri puncak peringatan Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia pada 23 Juni 2026 mendatang, sekaligus memohon kesediaan beliau untuk menyampaikan orasi ilmiah pada momentum bersejarah tersebut.

PT-Vale

Rektor UMI didampingi oleh Wakil Rektor I UMI sekaligus Ketua Panitia Milad ke-72 UMI, Dr. Ir. H. Dirgahayu Andi Lantara, MT., IPU., ASEAN Eng. serta Kepala Humas UMI, Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.

Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa kehadiran Menteri Hukum RI sebagai alumni UMI akan menjadi energi moral yang sangat besar bagi seluruh sivitas akademika.

“Beliau adalah bukti nyata bahwa UMI tidak sekadar melahirkan lulusan, tetapi melahirkan pemegang amanah bangsa. Kehadiran beliau di Milad ke-72 akan menjadi inspirasi besar bagi mahasiswa UMI bahwa dari kampus ini lahir pemimpin yang memberi warna bagi perjalanan Indonesia,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor UMI juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Menteri Hukum RI terhadap penguatan pendidikan tinggi di UMI, khususnya dukungan terhadap proses pengembangan Program Studi Magister Kenotariatan UMI yang diharapkan menjadi tonggak penting penguatan pendidikan hukum di Kawasan Timur Indonesia.

Menanggapi undangan tersebut, Menteri Hukum RI menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan almamaternya dan menyatakan kesediaannya untuk hadir pada Milad ke-72 UMI.

“Universitas Muslim Indonesia adalah rumah intelektual yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan akademik saya. InsyaAllah, saya akan hadir untuk kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar UMI, sekaligus berbagi semangat kepada generasi muda agar terus menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan bangsa,” ungkapnya.

Terkait pengembangan Program Magister Kenotariatan, Menteri Hukum RI menyampaikan pandangan yang sangat optimistis terhadap kesiapan UMI.

“UMI memiliki fondasi akademik, pengalaman kelembagaan, dan jejaring intelektual yang kuat untuk menjadi episentrum pendidikan kenotariatan unggul di Indonesia Timur. Saya melihat langkah ini bukan sekadar pembukaan program studi, melainkan ikhtiar besar menghadirkan akses pendidikan hukum berkualitas yang akan memperkuat ekosistem profesi kenotariatan dan pelayanan hukum di kawasan timur Indonesia.”

Pernyataan tersebut menjadi penguatan moral sekaligus bentuk kepercayaan besar dari pemerintah terhadap arah pengembangan pendidikan hukum di UMI.

Selain agenda undangan Milad, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai peluang kolaborasi antara UMI dan Kementerian Hukum Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan pendidikan hukum, literasi hukum masyarakat, perlindungan kekayaan intelektual, riset kebijakan, digitalisasi layanan hukum, hingga pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan.

Momentum ini semakin mempertegas bahwa memasuki usia ke-72 tahun, UMI terus bergerak memperluas jejaring strategis nasional dengan semangat rendah hati namun penuh keyakinan dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, modern, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Bagi masyarakat dan calon mahasiswa baru, pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa UMI terus menyiapkan masa depan pendidikan tinggi yang tidak hanya kokoh secara akademik, tetapi juga memiliki konektivitas nasional yang luas, membuka peluang kolaborasi, inspirasi kepemimpinan, dan ruang tumbuh bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari perubahan besar Indonesia.

Di usia yang ke-72, UMI terus meneguhkan jati dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, kampus yang melahirkan pemimpin, membangun peradaban, serta menghadirkan kebermanfaatan yang melampaui ruang kelas dan melintasi batas generasi, karena UMI adalah Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)