Aksi Sosial BRI Majukan Pendidikan dan Kesehatan di Gowa
GOWA, GOSULSEL.COM – Di bagian selatan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sektor esensial seperti kesehatan dan pendidikan masih butuh perhatian khusus.
Jauhnya akses dari Ibukota Kabupaten Gowa, Sungguminasa membuat masyarakat tidak punya pilihan selain menikmati fasilitas yang ada.
Fasilitas pendidikan misalnya. Sekolah Dasar Inpres (SDI) Sorobaya di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontonompo Selatan dulu punya gedung sekolah yang tidak layak. Dindingnya sudah hancur, atap pun bocor.
Salah satu orang tua siswa SDI Sorobaya, Daeng Gassing (43) mengeluhkan kondisi tersebut. Infrastruktur yang jelek justru membuat anaknya kurang nyaman belajar.
“Tapi mau bagaimana, siswa harus belajar meski kondisinya begitu,” ujarnya.
SDI Sorobaya, salah satu akses pendidikan terdekat untuk anak Desa Bontosunggu. Sekolah dengan fasilitas yang memadai hanya ada di Limbung, Kecamatan Bajeng dengan jarak 16 kilometer.
Untuk itu, kata Daeng Gassing, memilih SDI Sorobaya. Selain mengedepankan disiplin waktu, dia ingin anaknya bisa membantunya bekerja di kebun usai pulang sekolah.
“Kalau pulang sekolah biasa langsung bantu di kebun, nanti sore baru kerja tugas,” ucapnya.
Di sektor kesehatan, Rumah Sakit Pratama Gowa Bontonompo di Jalan Poros Bontonompo, Desa Tamallayang, Kecamatan Bontonompo juga memerlukan peningkatan kualitas khususnya dari sarana dan prasarana seperti mobil ambulans.
Menurut Azizah (30), warga Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, orang tua lanjut usia (lansia) acapkali kesulitan untuk ke rumah sakit. Bukan karena tidak punya kendaraan, namun fisiknya yang sudah lemah.
“Ditambah lagi sakit, jadi susah untuk ke (RS) Bontonompo,” ungkapnya.
RS Pratama Gowa mencakup akses pelayanan kesehatan untuk warga Kecamatan Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bajeng, dan Bajeng Barat.
Azizah mengaku khawatir, cakupan luas itu justru membuat tenaga kesehatan kewalahan menjemput pasien jika hanya memiliki satu atau dua unit mobil ambulans.
“Bukan masalah itu juga. Jangan sampai lambat tindakan untuk pasien,” lanjutnya.
Menjawab keluhan tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan di bagian selatan Kabupaten Gowa.
Melalui program CSR, bank terbesar di Indonesia itu mengedepankan bisnis keberlanjutan. Tidak hanya fokus pada profit namun ikut berkontribusi pada pembangunan daerah.
Di sektor kesehatan, BRI melalui Cabang Sungguminasa menyerahkan satu unit mobil ambulans. Kendaraan ini digunakan untuk mendukung layanan darurat di RS Pratama Gowa.
Serah terima saat itu berlangsung di Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Nomor 30, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu pada 10 Desember 2025 lalu. Penyerahan disaksikan langsung Bupati, Husniah Talenrang.
Serah terima mobil ambulans berlangsung di Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Nomor 30, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu pada 10 Desember 2025 lalu. Penyerahan disaksikan langsung Bupati, Husniah Talenrang/GOSULSEL
Kehadiran unit ini diharapkan dapat mempercepat waktu respons darurat, menutup kesenjangan pelayanan, serta memastikan pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.
RS Pratama Gowa pun dipilih untuk menjangkau sejumlah wilayah yang jauh dari layanan kesehatan utama di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa seperti Kecamatan Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, dan Bontonompo Selatan.
Sementara untuk sektor pendidikan, BRI Sungguminasa akhirnya merenovasi gedung SDI Sorobaya. Renovasi tersebut merupakan bagian dari program CSR BRI Peduli bertajuk ‘Ini Sekolahku’.
Hal ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres Gibran. Dimana dalam poin ke empat dikatakan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Peresmian renovasi itu ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang didampingi Sekretaris Daerah Gowa, Andy Azis serta Kepala Cabang BRI Sungguminasa, Andre Ferdyan pada Senin (10/5/2026).
Renovasi yang dilakukan BRI Sungguminasa meliputi ruang belajar dan fasilitas toilet. Anggaran bantuan yang dikucurkan mencapai Rp730 juta.
SDI Sorobaya menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang memang butuh perhatian. Kondisi bangunan yang retak membuat siswa harus belajar dengan rasa was-was lantaran khawatir ambruk.
Selain itu, sanitasi jadi perhatian penting karena tidak adanya toilet untuk guru dan siswa yang memadai. Padahal, fasilitas tersebut harus hadir untuk menjaga lingkungan sekolah.
Bupati Gowa, Husniah Talenrang mengapresiasi upaya BRI untuk memajukan berbagai sektor di Butta Bersejarah–sebutan lain dari Gowa.
Peresmian renovasi SDI Sorobaya ditandai dengan acara seremoni oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang didampingi Sekretaris Daerah Gowa, Andy Azis serta Kepala Cabang BRI Sungguminasa, Andre Ferdyan/GOSULSEL
“Peran aktif BRI membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dapat menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Dia berharap dukungan BRI terus berlanjut ke daerah lain. Sebab, masih banyak wilayah yang butuh peningkatan kualitas di berbagai sektor seperti fasilitas kesehatan.
“Dukungan seperti ini memperluas jangkauan layanan dasar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan,” tambah Husniah.
Komitmen BRI
BRI memastikan program CSR terus dilaksanakan untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Komitmen itu dibuktikan dengan salah satunya penyaluran bantuan yang terus menerus di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kepala Cabang BRI Sungguminasa, Andre Ferdyan menjelaskan, program CSR BRI Peduli banyak bentuknya. Di sektor pendidikan, ada ‘Ini Sekolahku’ yang berfokus pada perbaikan fasilitas sekolah.
SDI Sorobaya menjadi salah satu sekolah yang telah mendapat renovasi dari program CSR BRI Peduli ‘Ini Sekolahku’ dan diharap bisa segera rampung.
“Kami berharap renovasi ini dapat memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar, meningkatkan motivasi siswa, serta semangat para guru dalam mengajar,” katanya.
Untuk sektor kesehatan, lanjut Andre, program CSR BRI Peduli disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Semisal mobil ambulans yang hadir di Rumah Sakit Bontonompo untuk menunjang layanan darurat di sana.
“Kami ingin memastikan dukungan kami benar-benar memberi efek langsung bagi keselamatan warga dan memperkuat layanan publik,” jelasnya.
BRI menilai bahwa intervensi di bidang kesehatan dan pendidikan merupakan dua aspek penting yang berjalan beriringan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa. (*)