Siapkan Alumni Jadi Notaris Berkompeten, Pascasarjana UMI Rancang Kurikulum Prodi Magister Kenotariatan
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) serius menghadirkan program studi (prodi) berkualitas untuk magister kenotariatan.
Olehnya, PPs UMI menggelar seminar dan lokakarya kurikulum berbasis outcome-based education (OBE) yang digelar di Gedung PPs, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (28/7/2026).
Turut hadir Rektor UMI, Prof Hambali Thalib; Direktur PPs UMI, Prof La Ode Husen, Ketua Bidang Prodi Kenotariatan di PP INI, Sri Endah Wuandari, dan para Wakil Rektor.
Direktur PPs UMI, Prof La Ode Husen menilai, kegiatan ini penting untuk mematangkan kurikulum prodi magister kenotariatan.
Sehingga, pihaknya juga melibatkan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Notaris Indonesia (INI) dalam membahas kurikulum ini.
“Dalam mendesain kurikulum berbasis outcome-based education, kita sudah bisa menentukan profil lulusan magister kenotariatan ke depannya dari awal,” jelasnya.
Kurikulum ini, lanjut La Ode, harus punya output yang jelas, misalnya alumni mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi khususnya Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan.
”Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa ketika lulus nanti, mereka bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja,” lanjutnya.
Selain itu, La Ode juga berharap alumni prodi magister kenotariatan dapat menjadi notaris yang berkompeten, menjunjung tinggi disiplin ilmunya, berterika yang berlandaskan nilai agama, dan berdaya saing global.
“Mereka juga harus bisa beradaptasi dengan informasi dan teknologi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Prodi Kenotariatan di PP INI, Sri Endah Wuandari mengapresiasi inisiasi PPs UMI menghadirkan prodi magister kenotariatan. Apalagi, kini dibahas secara serius melalui seminar dan lokakarya.
Menurutnya, prodi magister kenotariatan harus punya kurikulum yang matang. Dengan begitu, alumni yang dihasilkan bisa berkualitas.
“Lokakarya ini diadakan sebagai bentuk komitmen pascasarjana UMI untuk mendesain kurikulum berbasis outcome-based education yang melibatkan para pakar, stakeholder, serta praktisi agar lulusannya siap beradaptasi dengan dunia kerja dan era revolusi industri 4.0,” jelasnya.
Keseriusan PPs UMI, kata Sri Endah, dimulai sejak Mei 2026 ketika memulai komunikasi untuk pembentukan prodi magister kenotariatan.
Hingga di lokakarya, PP INI terus dilibatkan untuk menyelaraskan kurikulum dan praktik kenotariatan. Begitu juga dalam pembelajaran kuliah.
“Sesuai arahan Rektor, 60% tenaga pengajar idealnya berasal dari praktisi notaris,” tutupnya.
PPs UMI telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program magister kenotariatan. Saat ini, pihaknya baru dapat menerima 40 orang untuk efisiensi pembelajaran. (*)