#TRENDING
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat menerima audiensi jajaran pengurus DPC HNSI Gowa di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Selasa (28/07/2026)/FOTO: Instagram @pemkab.gowa

Wabup Gowa Sambut Usulan HNSI, Pengembangan Wisata dan Perikanan Diarahkan Dongkrak PAD

Tuesday, 28 July 2026 | 23:31 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa membuka ruang kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gowa dalam upaya mengembangkan sektor perikanan dan pariwisata sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat menerima audiensi jajaran pengurus DPC HNSI Gowa di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Selasa (28/07/2026).

Dalam pertemuan itu, HNSI Gowa memaparkan sejumlah gagasan yang dinilai dapat mengoptimalkan potensi wilayah, mulai dari pengembangan kawasan wisata hingga pemberdayaan sektor perikanan.

PT-Vale

Dewan Penasehat HNSI Gowa, Indro Cahyo, mengusulkan agar pemerintah menyelenggarakan lomba perahu sebagai upaya memperkenalkan kembali sejarah dan budaya maritim Kabupaten Gowa kepada masyarakat.

“Banyak titik penyeberangan seperti di Barombong maupun Sungai Jeneberang yang berpotensi dikembangkan menjadi dermaga kuliner dan kawasan wisata. Ke depan juga direncanakan penghijauan di sepanjang sempadan sungai agar kawasan tersebut semakin menarik dan ramai dikunjungi masyarakat,” ungkap Indro.

Selain itu, HNSI juga mengusulkan pembangunan tiga pulau buatan di kawasan Danau Mawang. Kehadiran destinasi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya menyambut baik setiap gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Meski demikian, seluruh rencana harus melalui kajian yang matang dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya kami mendukung harapan dan masukan dari HNSI. Diskusi seperti ini penting agar setiap program dapat dikaji bersama. Memang selama ini Gowa belum menjadikan sektor kelautan sebagai sumber utama PAD, tetapi masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan,” jelas Darmawangsyah. 

Darmawangsyah menjelaskan, beberapa lokasi yang diusulkan berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Karena itu, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak agar dapat berjalan sesuai aturan.

Ia juga meminta HNSI untuk terus berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Gowa dalam menyusun dan mematangkan setiap rencana yang akan dijalankan.

Selain membahas pengembangan wisata, Darmawangsyah turut mendorong HNSI memanfaatkan peluang pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Bontomarannu maupun menjalin kerja sama dalam pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemerintah Kabupaten Gowa. Menurutnya, program yang diprioritaskan harus mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung serta mendapat dukungan dari masyarakat.

Audiensi tersebut juga dihadiri Sekretaris DPD HNSI Sulawesi Selatan Indar Wijaya, Wakil Ketua DPC HNSI Gowa Bahtiar Abdullah, A. Makkarateng, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa. (*)