#TRENDING

Hingga Juli 2026, Program Edukasi Literasi Keuangan OJK Sulselbar Jangkau 2,2 Juta Peserta

Tuesday, 04 August 2026 | 19:57 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus konsisten menggelar program edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat.

Dari Januari hingga Juli 2026, OJK Sulsel telah menggelar 198 kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan menjangkau 2.204.391 peserta dari berbagai kalangan.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, mengatakan keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan industri jasa keuangan melalui berbagai kanal kegiatan.

PT-Vale

“Ini tentu melalui banyak kanal, ada yang melalui pertemuan langsung, media sosial hingga media mainstream lainnya,” ujar Muchlasin saat media briefing di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Senin (3/8/2026).

Muchlasin memaparkan, kelompok masyarakat umum menjadi sasaran jangkauan terbesar. Adapun dengan total 105 kegiatan yang menjangkau 2.192.485 peserta.

Sementara itu, edukasi literasi keuangan untuk kalangan pelajar telah dilaksanakan sebanyak 52 kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 7.056 orang.

Menurut Muchlasin, berbagai kegiatan literasi keuangan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain memperluas kerja sama, pihaknya juga memperkuat jaringan edukasi melalui pembentukan Duta Literasi Keuangan.

Program ini melibatkan mahasiswa, guru, dosen, serta berbagai komunitas yang tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Muchlasin juga mengaku telah melibatkan 1.557 duta literasi keuangan. Mereka adalah perwakilan OJK Sulselbar untuk memuluskan jalan dalam menggelar kegiatan ini di berbagai daerah.

“Keberadaan Duta Literasi Keuangan ini sangat penting karena ketika kami akan mengadakan kegiatan literasi di sekolah atau SMK di daerah, seperti pekan ini yang direncanakan di Parepare dan Pinrang, mereka bisa menjadi jembatan yang menghubungkan OJK dengan masyarakat maupun satuan pendidikan,” kata Muchlasin.

Melalui perluasan kolaborasi dan penguatan peran Duta Literasi Keuangan, Muchlasin berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan serta terhindar dari berbagai risiko keuangan di masa mendatang. (*)