OJK Sulselbar Gelar Temu Responden 2026, Paparkan Capaian Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) kembali menggelar Temu Responden Survei Tingkat Kepuasan Stakeholder terhadap Kinerja OJK Tahun 2026 di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (12/10/2026).
Pada kesempatan ini, OJK Sulselbar mengundang pelaku industri jasa keuangan, jajaran pemerintah daerah, akademisi hingga mahasiswa.
Berbagai elemen itu hadir untuk mendengarkan capaian dari kinerja OJK dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.
Di hadapan responden, Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin menyampaikan upaya memperkuat inklusi keuangan di Sulsel dilakukan lewat program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Program tersebut mengintervensi enam desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026, di antaranya Desa Angkue (Bone), Tongke-tongke (Sinjai), Bentenge (Bulukumba), Balangloe (Jeneponto), Aeng Batu-batu (Takalar), dan Untia (Makassar).
“Pada sisi pemberdayaan, OJK menjalankan Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi untuk membantu masyarakat terbebas dari pinjaman ilegal/rentenir, dengan total 34.084 rekening aktif hingga Juni 2026,” ujar Muchlasin,
Selanjutnya, lanjut dia, program unggulan lain yang terus dilaksanakan yaitu digitalisasi UMKM yang telah menjangkau 158.590 merchant berbasis QRIS, serta peningkatan budaya menabung lewat program One Student One Account (OSOA) yang mencatatkan 2.187.810 rekening pelajar dengan akumulasi simpanan Rp412,38 miliar.
OJK Sulselbar juga terus memperluas klasterisasi ekosistem bisnis UMKM. Pada periode 2022 hingga 2025, program klasterisasi berhasil menjaring 1.611 klaster dan 22.275 debitur dengan total plafon kredit mencapai Rp644,46 miliar, di mana 46,12 persen di antaranya tersalurkan ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan.
“OJK juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Melalui kegiatan EPiKS, SAKINAH, dan GERAK SYARIAH, tercatat 96 kegiatan edukasi telah terselenggara pada semester I 2026 dengan jumlah peserta mencapai 817.653 orang,” tutup Mochlasin. (*)