#TRENDING

Abdidaya Ormawa 2026 Resmi Dibuka, 60 Perguruan Tinggi Adu Program Pengabdian di UMI

Friday, 23 October 2026 | 09:27 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang berlangsung di GOR UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026).

Anugerah Abdidaya Ormawa merupakan puncak rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Dalam kegiatan ini, perguruan tinggi dari seluruh Indonesia memamerkan karya inovatif dan program pengabdiannya yang berdampak pada masyarakat.

Di tahun 2026, UMI ditunjuk sebagai tuan rumah Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Kegiatan akan berlangsung dari 21 sampai 25 Oktober dengan mengangkat tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”.

PT-Vale

Dalam sambutannya, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib menyambut dan mengapresiasi kedatangan 120 tim dari 60 perguruan tinggi yang hadir sebagai kontestan.

“Saya tahu semuanya datang membawa karya terbaik, dan tentu saja berharap membawa penghargaan. Silakan bersaing sehebat-hebatnya, tetapi jangan lupa menikmati Makassar dan menikmati kampus Universitas Muslim Indonesia,” ujarnya.

Menurut Prof Hambali Thalib, ajang Abidaya Ormawa bukan sekadar adu program pengabdian. Namum peserta mesti memanfaatkan momentum ini untuk membangun relasi dan kolaborasi antar kampus.

“Kalau belum membawa pulang piala, paling tidak membawa pulang persahabatan, dan mudah-mudahan kenangan baik tentang Universitas Muslim Indonesia,” ucapnya dalam sambutan.

Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026 sekaligus Wakil Rektor III Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi & Hubungan Alumni UMI, Prof Kamal Hidjaz, menyampaikan bahwa pelaksanaan Abdidaya Ormawa tahun ini mempertandingkan delapan bidang.

“Para peserta membawa karya pembelajaran masyarakat dalam delapan bidang, mulai dari desa/kelurahan wirausaha; smart farming; kelurahan sehat; desa pariwisata; desa cerdas; desa konservasi dan tangguh bencana; desa maritim; serta desa hutan,” paparnya.

Selain lomba, lanjut Kamal, UMI telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan lain seperti Expo Inovasi, pameran produk UMKM, prestasi finalis, semiloka, forum berbagai pengalaman, malam penganugerahan, hingga site tour.

“Jadi, silakan berkompetisi dengan serius, tetapi jangan pula terlalu tegang. Di Aptadaya ini, kita boleh bersaing memperbutkan juara, tetapi jangan sampai kehilangan saudara,” sambungnya.

Sementara, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, Beny Bandanadjaja, mengatakan bahwa PPK Ormawa hadir untuk mendorong mahasiswa menciptakan program atau gagasan yang inovatif untuk masyarakat.

“Gagasan yang berhasil di suatu wilayah dapat dipelajari, disesuaikan dengan kebutuhan setempat, dan dikembangkan di daerah lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program pengabdian dilihat dari dampaknya pada masyarakat. Untuk itu, mahasiswa didorong untuk tidak asal menciptakan ide namun harus dibarengi solusi yang tepat untuk meningkatkan potensi lokal yang ada.

“Keberhasilan program terlihat ketika masyarakat semakin mampu mengelola potensi lokal dan melanjutkan inisiatif yang telah dibangun bersama,” tegas Beny.

Terakhir, Beny pun berharap agar ajang Abdidaya Ormawa ini mampu memperkuat kolaborasi antarkampus dan masyarakat, serta melahirkan evaluasi dan pembelajaran positif demi meningkatkan mutu program PPK Ormawa selanjutnya.

“Selamat mengikuti Abdidaya Pormawa tahun 2024. Semoga ikhtiar kita melahirkan mahasiswa yang semakin kompeten dan masyarakat yang semakin berdaya serta mandiri,” tutupnya.