#TRENDING
Sekda Gowa, Andy Azis, saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara di ruang kerjanya, Kantor Bupati Gowa, Selasa (27/10/2026)/FOTO: Instagram @aazispeter

Sekda Gowa Ungkap Strategi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Libatkan Banyak Pihak

Wednesday, 28 October 2026 | 14:44 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mengandalkan kolaborasi lintas sektor untuk membantu masyarakat keluar dari jerat kemiskinan ekstrem. Strategi ini tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga diarahkan pada peningkatan pendapatan keluarga, pengembangan usaha produktif, penyediaan rumah layak huni, hingga keberlanjutan pendidikan anak.

Pendekatan tersebut dipaparkan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, di ruang kerjanya, Kantor Bupati Gowa, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Andy menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.

PT-Vale

“Kami tidak bekerja sendiri dalam menangani kemiskinan ekstrem ini. Untuk mengintervensi masyarakat miskin ekstrem, kami melibatkan seluruh SKPD, Baznas, pelaku usaha, pengembang, dan perbankan yang ada di Kabupaten Gowa,” sebut Andy.

Salah satu langkah yang dijalankan Pemkab Gowa ialah menugaskan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menjadi orang tua asuh bagi masyarakat miskin ekstrem. Melalui skema ini, perangkat daerah berperan membantu warga memperoleh dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Bantuan tidak sebatas memenuhi kebutuhan sesaat. Pemkab Gowa juga mendorong masyarakat memiliki sumber penghasilan melalui pekerjaan maupun usaha mandiri yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Sejumlah bentuk intervensi yang dilakukan antara lain bantuan usaha perbengkelan, peternakan, perikanan, budidaya ikan dengan sistem bioflok, serta penyediaan peralatan untuk menunjang kegiatan usaha.

“Di SKPD ada program yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan, misalnya pemberian bantuan peternakan, perikanan atau bioflok, serta bantuan peralatan usaha. Inilah yang kami fokuskan untuk menangani kemiskinan ekstrem,” sebut Andy.

Selain memanfaatkan program perangkat daerah, Pemkab Gowa turut membuka ruang partisipasi aparatur sipil negara (ASN) melalui penghimpunan infak dan sedekah yang disalurkan lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Pelibatan Baznas menjadi salah satu jalur dukungan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.

Pemkab Gowa juga memberi perhatian pada kondisi tempat tinggal masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak, pemerintah daerah mengajak pengusaha dan pengembang berpartisipasi membantu keluarga yang rumahnya memerlukan perbaikan atau pembangunan kembali.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan data calon penerima bantuan kepada pihak yang bersedia terlibat. Data tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan survei guna menilai kondisi rumah dan menentukan bentuk bantuan yang sesuai.

“Kami memberikan data kepada pengusaha, kemudian dilakukan survei untuk menentukan bantuan yang layak diberikan. Ada beberapa rumah yang dibangun agar menjadi rumah layak huni,” ungkap Andy.

Di bidang pendidikan, Pemkab Gowa menjalankan program pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu meringankan pengeluaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Menurut Andy, penanganan kemiskinan juga perlu disertai upaya menjaga anak-anak tetap memperoleh pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Karena itu, edukasi kepada orang tua turut menjadi perhatian agar persoalan ekonomi tidak berujung pada terhentinya pendidikan anak.

“Kami juga fokus pada pendidikan, bukan hanya formal, tetapi juga nonformal. Kami melakukan edukasi kepada orang tua agar tidak ada anak yang putus sekolah,” tambah Andy.

Pemaparan strategi tersebut mendapat perhatian Komisi I DPRD Kota Baubau yang berkunjung untuk mempelajari langkah-langkah Pemkab Gowa dalam menangani kemiskinan ekstrem.

Ketua Komisi I DPRD Kota Baubau, Masri, mengatakan pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai pendekatan dan program yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai bahan pembelajaran bagi daerahnya.

“Kami tertarik dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa dan ingin mengetahui kiat-kiat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menangani kemiskinan ekstrem,” ungkap Andy.

Masri juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan Pemkab Gowa serta informasi yang dibagikan dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Pemkab Gowa untuk menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, ASN, dunia usaha, hingga sektor pendidikan.

Turut mendampingi Sekda Gowa dalam pertemuan tersebut, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa Syahrul Syahrir, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Gowa Sujjadan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gowa Syamhari Rasyid, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, drg. Rahmawati Jalil. (*)