Kinerja Keuangan Solid, Laba Bersih PT Vale Capai 43,6 Juta Dolar AS pada Triwulan I 2026

Thursday, 30 April 2026 | 15:42 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – PT Vale Indonesia Tbk (Perseroan; IDX: INCO) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama tahun 2026 (1T26) dengan raihan laba bersih sebesar 43,6 juta dolar AS. Angka ini melonjak signifikan sebesar 85 persen dibandingkan triwulan keempat tahun 2025 (4T25).

CEO dan Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa hasil positif ini didorong oleh membaiknya dinamika harga nikel dunia serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.

“Terlepas dari tantangan yang terus berlanjut dan lingkungan operasional yang tidak pasti, kami terus menunjukkan kemampuan kami untuk mempertahankan margin positif dan disiplin keuangan,” ujar Bernardus dalam keterangan resmi di Jakarta.

PT-Vale

Meskipun laba bersih meningkat, Perseroan mencatat penurunan volume produksi nikel dalam matte sebesar 13.620 metrik ton pada 1T26, lebih rendah dari 17.052 metrik ton pada periode 4T25. Penurunan ini selaras dengan rencana strategis Perseroan, termasuk adanya pemeliharaan terencana pembangunan kembali Furnace 3 yang dijadwalkan rampung pada semester pertama 2026.

Berikut adalah poin-poin utama kinerja keuangan PT Vale pada 1T26:
• Pendapatan: Mencapai 252,7 juta dolar AS.
• EBITDA: Meningkat 29 persen menjadi AS80,1 juta dibandingkan 61,9 juta dolar AS pada 4T25.
• Harga Realisasi Rata-rata: Meningkat 15 persen menjadi 14.213 dolar AS per metrik ton nikel matte.
• Kas dan Setara Kas: Tercatat sebesar 220,1 juta dolar AS per 31 Maret 2026.

Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi PT Vale seiring dimulainya operasional tiga blok pertambangan secara bersamaan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Perseroan juga telah melakukan penjualan pertama bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal tahun ini.

“Kami memperluas portofolio komersial melalui penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan,” lanjut Bernardus.

Komitmen Keberlanjutan (ESG)

Di sisi pembiayaan, PT Vale mencatatkan sejarah dengan menandatangani Pinjaman Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan/SLL) senilai 750 juta dolar AS.pada 23 April 2026. Transaksi ini merupakan SLL pertama di industri pertambangan Asia Tenggara, yang menegaskan kepemimpinan Perseroan dalam mengintegrasikan kerangka ESG ke dalam strategi finansialnya.

Hingga akhir Maret 2026, Perseroan telah menggelontorkan belanja modal sekitar 139,0 juta dolar AS untuk mendukung berbagai proyek pertumbuhan strategis dan aktivitas berkelanjutan. PT Vale tetap optimis menatap sisa tahun 2026 dengan target produksi setahun penuh sebesar 67.645 ton nikel dalam matte. (*)