Ketua DPRD Gowa Hadiri Opening Ceremony Mubes IKA Unhas 2026
MAKASSAR, GOSULSEL.COM— Ketua DPRD Kabupaten Gowa menghadiri Opening Ceremony Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) 2026 yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (2/5/2026).
Kehadiran Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam menjadi bentuk dukungan terhadap forum alumni terbesar Universitas Hasanuddin yang tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang bertukar gagasan strategis untuk pembangunan daerah dan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Mubes IKA Unhas menghadirkan sharing session bertema ketahanan pangan dan energi yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Forum ini diikuti alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, praktisi, hingga pelaku usaha.
Ketua DPRD Gowa menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Mubes yang menghadirkan diskusi intelektual dan kolaborasi lintas sektor.
“Tema ketahanan pangan dan energi sangat strategis. Saya melihat alumni Unhas memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di sektor pangan yang menjadi kekuatan utama daerah kita di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia juga menilai sinergi antara alumni, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan ekonomi dan ketahanan nasional di masa depan.
Menurutnya, Kabupaten Gowa memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pengembangan pangan yang dapat diperkuat melalui kolaborasi bersama alumni Unhas di berbagai bidang.
“Kami di daerah tentu membuka ruang kolaborasi. Gagasan-gagasan yang lahir dari forum seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Sharing Session Mubes IKA Unhas, Dr. Yenny Ramli menjelaskan bahwa kegiatan diskusi tersebut dirancang sebagai ruang interaktif bagi alumni yang bukan peserta penuh maupun peserta peninjau Mubes.
Konsep diskusi mengadopsi format ala Indonesia Lawyers Club (ILC) dengan meja-meja bundar yang memungkinkan alumni berdiskusi secara terbuka dan aktif memberikan respons.
“Harapan kami, sharing session ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan dan koneksi baru antaralumni di sektor pangan dan energi,” kata Yenny.
Bendahara Panitia Mubes, Rezky Muliadi atau Eky, menambahkan bahwa forum tersebut juga berpotensi menjadi business matching antaralumni.
“Bisa saja ada alumni yang membutuhkan suplai atau kerja sama di bidang pangan dan energi, lalu dipertemukan melalui forum ini,” jelasnya.(*)