Kadriana saat melayani nasabah di outlet agen BRILink miliknya di Desa Kanni, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang beberapa waktu yang lalu/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Kisah Kadriana Jadi Agen BRILink, Dari IRT Kini Pahlawan Inklusi Keuangan di Desa Kanni Pinrang

Sunday, 10 May 2026 | 16:09 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

PINRANG, GOSULSEL.COM – Kadriana Kadir (40) tidak menyangka bisa sesibuk sekarang setelah menjadi agen BRILink. Padahal dulunya dia hanya seorang ibu rumah tangga (IRT) yang mengurus dapur dan dua anaknya.

Sebagai agen BRILink, Kadriana punya peran memperkuat inklusi keuangan untuk masyarakat Kanni, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Inklusi keuangan yang dimaksud adalah memberikan kemudahan akses berbagai layanan dari BRI, seperti pembayaran tagihan listrik atau air, top up saldo dompet elektronik, menabung, hingga tarik tunai.

PT-Vale

Kadriana mengaku bisa melayani 30 transaksi setiap harinya. Paling banyak berasal dari orang tua lantaran minimnya pengetahuan soal layanan perbankan.

“Mereka kan kadang masih belum paham soal tarik uang, biasanya tidak tahu pencet PIN. Jadinya beralih ke saya,” katanya kepada Gosulsel, Jumat (1/5/2026).

Di sinilah peran Kadriana, dia sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai layanan perbankan. Meskipun tidak langsung dipahami namun pelan-pelan mereka sudah mulai mengerti, misalnya cara tarik tunai.

“Kalau yang masih muda mungkin cepat mengerti tapi yang menjadi tantangannya adalah orang tua yang harus dikasih tahu dengan baik,” lanjutnya.

Kadriana sudah menjadi agen BRILink selama lima tahun. Awalnya, dia melihat potensi besar untuk memperluas layanan BRI di sana lantaran jarak dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Kecamatan Paleteang yang cukup jauh dari desanya.

Berangkat dari potensi itu, Kadriana melengkapi persyaratan dan modal untuk menjadi agen BRILink. Adapun salah satu syaratnya adalah jarak dari kantor BRI terdekat.

“Tidak sembarang juga untuk jadi agen karena dilihat dulu jarak antar agen yang sudah buka sama kantor BRI apakah jauh atau cukup dekat,” jelasnya.

Agen BRILink juga diharuskan punya kios. Sehingga, kata dia, sudah menyiapkan tempat berukuran 5×5 meter di dekat rumahnya.

Hingga kini, Kadriani sudah dikenal sebagai agen BRILink terpercaya bagi masyarakat Kanni. Tidak hanya mengejar omzet, dia terus melakukan edukasi literasi dan inklusi keuangan sehingga melek terhadap layanan BRI.

“Yang penting sebenarnya bisa memudahkan orang untuk memanfaatkan layanan BRI. Lalu baru omzet pun bisa ada,” tandasnya.

Program agen BRILink mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari para akademisi.

Menurut pengamat ekonomi asal Universitas Muhammadiyah Makassar, Sutarjo Tui, kehadiran agen BRILink di berbagai daerah sangat membantu nasabah dalam menjangkau layanan BRI. Selain itu, agen juga dapat pendapatan tambahan.

“Dia menjadi garda terdepan dari BRI untuk akses layanannya. Jadi ini program yang tepat jika menyasar di daerah yang jauh dari kantor BRI,” katanya.

Dengan agen BRILink, lanjut Sutarjo, BRI juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Saat ini berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari OJK, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 92,74%, sedangkan literasi keuangan berada di angka 66,64%.

“Masih ada gap antara inklusi dan literasinya, artinya aksesnya sudah ada tapi pemahaman masyarakat belum ada. Di sinilah perannya agen BRILink untuk edukasi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Olehnya, dia berharap BRI dapat memaksimalkan program ini dengan menggaet lebih banyak agen BRILink. Di samping itu, perlu ada mitigasi resiko untuk menghindari penipuan digital yang marak terjadi sekarang.

“Mitigasi itu penting karena orang-orang dari daerah masih belum sepenuhnya paham soal transaksi keuangan lewat digital,” ucap Sutarjo.

Melalui agen BRILink, BRI sebagai bank terbesar di Indonesia terus memperkuat perannya untuk memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok.

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto mengatakan, tanpa harus ke kantor cabang, nasabah dapat mengakses berbagai layanan keuangan di agen BRILink, mulai dari tarik tunai, transfer sampai investasi emas.

“Agen BRILink adalah perpanjangan tangan kami di daerah. Ini upaya kami untuk memperluas akses di tempat-tempat yang tidak ada kantor konvensionalnya,” ucapnya.

Di Agen BRILink, nasabah juga dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan bisnis. “Proses kredit bisa dilakukan di sana,” lanjut Iwan.

Seiring dengan itu, pertumbuhan agen BRILink juga mencatatkan tren positif. Hingga Desember 2026, BRI Region 15 Makassar mencatat 71.255 agen BRILink yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon dengan jumlah transaksi sebesar 130 juta.

Ke depan, Iwan menyampaikan bahwa BRI khususnya di Region 15 Makassar bakal menambah jumlah agen di beberapa daerah ‘blank spot’ atau yang belum tersentuh akses keuangan BRI. Pendaftaran terus dibuka bagi masyarakat atau nasabah yang berminat dalam program tersebut.

“Kita akan terus monitor yang mengajukan, di daerah mana saja mereka. Kalau daerahnya di sana belum ada (BRILink), tentu kita akan lihat,” tutupnya. (*)


Tags: