#TRENDING
Salah satu pegawai memperlihatkan beragam produk UMKM di Rumah BUMN Makassar, Jalan Ratulangi, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (25/6/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Geliat Rumah BUMN Makassar Bawa UMKM Lokal Mendunia

Thursday, 25 June 2026 | 22:50 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Deretan produk UMKM tersusun rapi dari salah satu sudut ruangan di Rumah BUMN Makassar. Dari produk kuliner hingga kriya, semuanya ada di sana.

Di sebelahnya, anak magang juga nampak sibuk di meja kerjanya. Ada yang mengedit kemasan produk UMKM, ada pula mendata jumlah pelaku usaha binaan Rumah BUMN Makassar.

Pekerjaan tersebut dilakukan dari pagi hingga sore. Belum lagi melayani pelaku UMKM yang datang silih berganti, mereka datang untuk program pendampingan hingga pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

PT-Vale

Rumah BUMN yang beralamat di Jalan Ratulangi, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Mariso, Kota Makassar telah menjadi tempat inkubasi bagi pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.

Tercatat sudah 6.422 pelaku UMKM yang mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN Makassar sejak dibangun pada tahun 2017 lalu.

Rumah BUMN merupakan bagian dari program CSR BRI Peduli yang berfokus pada UMKM untuk tumbuh, naik kelas, dan bersaing secara berkelanjutan.

Pengolaannya dilakukan BRI Regional 15 Makassar, salah satu BRI wilayah dengan kontribusi portofolio penyaluran KUR bagi UMKM terbesar di Indonesia.

Produk kriya terpajang di salah satu elatase Rumah BUMN Makassar/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Leader Project Rumah BUMN Makassar, Ayu Anisela menjelaskan, setiap UMKM yang dibina tergabung dalam program BRIncubator yang digelar empat bulan sekali. Empat bulan lalu tepatnya April 2026, program ini kembali dibuka.

“Kami buka ini rutin. Jadi ada dua, BRIncubator lokal yang dikelola Rumah BUMN Makassar, ada BRIncubator nasional bagi UMKM binaan kami yang sukses dan mau melanjutkan pendampingan lagi,” jelasnya saat ditemui, Kamis (25/6/2026).

Tidak sulit bagi UMKM untuk bergabung di program BRIncubator dan menjadi binaan BRI. Sebab, semua kategori usaha bisa mendaftar, mulai dari food & beverage, fashion & beauty, home décor & craft.

“Usaha jasa kita coba ke depan untuk ikutkan,” tambah Ayu.

Pendaftaran diumumkan melalui media sosial Instagram Rumah BUMN Makassar @rumahbumn_makassar. Syaratnya cukup memiliki usaha yang berjalan, tetapi dibuka juga bagi yang belum punya bisnis asal memiliki rekening BRI.

“Asal bisa QRIS, semua kita daftarkan,” ucap Ayu.

Anak magang Rumah BUMN mengejarkan editan kemasan produk UMKM/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Setelah masuk ke BRIncubator, lanjut Ayu, pendampingan UMKM akan dilakukan secara intens. Mereka akan mendapat berbagai materi yang disesuaikan kebutuhannya.

“Kelasnya itu ada offline untuk awal, biasa tiga hari sampai seminggu. Setelahnya baru online,” katanya.
Selain itu, UMKM akan difasilitasi pameran untuk memperkenalkan produknya. Selain menaikkan brand positioning, para pelaku usaha akan dapat relasi kerjasama dari berbagai pembeli agar dapat produksi dalam jumlah besar.

“Kita ikutkan pameran dan memperkenalkan mereka kepada pembeli, ini untuk UMKM yang punya potensi untuk berkembang,” tambahnya.

Rumah BUMN ikut memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM yang mau lebih berkembang lewat suntikan pinjaman modal dengan bunga yang ringan. Kemudian akan diproses ke BRI Region 15 Makassar.

“Prosesnya ada di BRI, tapi rata-rata yang mengajukan pasti diterima karena sudah dapat pendampingan dari Rumah BUMN,” tutup Ayu.

Sulfahmi Sulaeman (31), pemilik Qahwa Coffee Roastery menjadi bukti kesuksesan Rumah BUMN Makassar mendampingi UMKM. Bergabung di program BRIncubator pada tahun 2024, kini bisnisnya kopinya sudah terkenal hingga ke Jepang.

“Kalau Jepang sudah ada pembeli di sana, kita secara bertahap distribusinya,” kata Sulfahmi.

Saat itu, Sulfahmi mengaku serius ikut dalam program BRIncubator. Berbagai pelatihan sesuai kebutuhannya tersedia untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.

Pemilik Qahwa Coffee Roastery, Sulfahmi Sulaeman (31) saat mengambil biji kopi dari sebuah boks, Rabu (10/6/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Sulfahmi banyak belajar soal konsep branding. Salah satu materi yang dapat mendongkrak bisnisnya di pasar digital, strategi itu juga yang membuatnya menembus penjualan di Jepang.

“Branding, media sosial, terus bagaimana konsep branding-nya dan seterusnya. Itu yang menurutku bagus,” ucap Sulfahmi.

Sulfahmi juga memperkuat jaringan penjualannya. Dia melihat BRI selaku pengelola Rumah BUMN sebagai salah satu bank terbesar yang punya jejaring luas terhadap pembeli.

“Ya harapannya sebenarnya kita lebih dipermudah untuk urusan itu. Sama kebetulan kan kalau BRI juga biasanya diikutkan event,” jelasnya.

Sementara itu, Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menegaskan, komitmen bank terbesar di Indonesia itu untuk melakukan pemberdayaan untuk menjangkau, mengkonversi, dan menaik kelaskan segmen unbankable, salah satunya dengan pendampingan UMKM lewat Rumah BUMN.

“Selain memberikan modal berupa kredit (KUR), kami juga memberikan pendampingan agar usaha mereka bisa tumbuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, BRI Regional 15 Makassar mendorong ekosistem UMKM bisa terbentuk. Tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha namun juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kami ingin bagaimana ekosistem UMKM ini bisa terbentuk dengan kuat, sehingga kemandirian ekonomi di tingkat desa maupun kelompok usaha bisa tercapai dengan baik,” tutup Iwan. (*)


Tags: