#TRENDING

Energi untuk Semua, PLN Terus Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Sulselrabar

Monday, 19 October 2026 | 15:43 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus memperkuat dukungan bagi ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia. Hingga saat ini, PLN telah mengoperasikan 84 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 61 lokasi yang tersebar di tiga provinsi.

Langkah ini sejalan dengan momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 pada 27 Oktober 2026, yang menegaskan bahwa PLN senantiasa hadir menggerakkan ekosistem kendaraan listrik di Sulselrabar melalui kesiapan infrastruktur yang terus bertumbuh.

SPKLU tersebut terdiri atas 65 unit di 46 lokasi di Sulawesi Selatan, 12 unit di 9 lokasi di Sulawesi Tenggara, dan 7 unit di 6 lokasi di Sulawesi Barat. Lokasinya mencakup ibu kota provinsi, kota-kota kabupaten, jalur lintas provinsi, hingga kawasan publik seperti pusat perbelanjaan, kafe dan restoran, kawasan wisata, kampus, dan bandara. Dengan sebaran ini, pengguna kendaraan listrik dapat mengisi daya saat beraktivitas di dalam kota maupun saat menempuh perjalanan antar daerah. Tidak hanya melayani kendaraan listrik roda empat, PLN juga menyiapkan SPKLU khusus kendaraan listrik roda dua (R2) bagi para pengguna motor listrik. Saat ini, tersedia 16 unit SPKLU R2 yang tersebar di 11 kabupaten/kota di tiga provinsi, dan seluruhnya berdaya 22 kW.

PT-Vale

Jumlah SPKLU tersebut disiapkan untuk mengakomodasi pertumbuhan kendaraan listrik di Sulselrabar yang tercatat mencapai 3.441 unit per 9 Oktober 2026, atau meningkat 53,7 persen sejak April 2026.

Untuk melayani beragam kebutuhan pengisian, PLN menyediakan empat kelompok kecepatan SPKLU, yaitu 25 unit ultra fast charging (60–200 kW), 12 unit fast charging (25–50 kW), 39 unit medium charging (22 kW), dan 8 unit standard charging (7 kW).

*Mendorong Penggunaan Kendaraan Listrik demi Lingkungan yang Lebih Baik*

Di balik pengembangan infrastruktur tersebut, PLN senantiasa mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai salah satu upaya mengurangi emisi dan dampak terhadap lingkungan. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi, sehingga turut berkontribusi menjaga kualitas udara dan menekan emisi karbon, terutama di wilayah perkotaan. Melalui penyediaan SPKLU yang semakin luas dan mudah dijangkau, PLN berharap peralihan ke kendaraan listrik menjadi pilihan yang semakin praktis bagi masyarakat.

*Lounge Nyaman dan Kemudahan Layanan Digital*

Tidak hanya menyiapkan infrastruktur, PLN juga menghadirkan kenyamanan bagi pelanggan selama menunggu kendaraan terisi. Fasilitas lounge di sejumlah lokasi SPKLU memungkinkan waktu pengisian dimanfaatkan untuk beristirahat, bekerja, atau sekadar bersantai.

Dari sisi layanan, pelanggan dapat memanfaatkan fitur EV Digital Services pada aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur ini, pelanggan dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat, memulai pengisian daya, dan menyelesaikan transaksi langsung dari ponsel dengan alur yang sederhana dan praktis.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi kunci tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik.

“Kami ingin memastikan siapa pun yang beralih ke kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tidak lagi ragu soal tempat mengisi daya. SPKLU kami tersebar di 61 lokasi, mudah dijangkau, dan nyaman digunakan. Lewat PLN Mobile, pelanggan bisa menemukan lokasi hingga melakukan pengisian dengan mudah. Inilah wujud komitmen PLN menghadirkan energi untuk semua,” ujar Didik.

Didik menambahkan, PLN akan terus memperluas dan meningkatkan layanan SPKLU seiring bertambahnya jumlah pengguna kendaraan listrik. “Setiap kendaraan listrik yang beroperasi turut membantu mengurangi emisi dan menjaga lingkungan kita. Karena itu, PLN akan terus mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih di Sulselrabar,” tambahnya. (*)