#TRENDING

Film Hasut Teror Penonton di Makassar, Lebih Kejam dari Setan

Wednesday, 21 October 2026 | 21:16 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Film horor-misteri Hasut yang sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia masih menjadi pilihan utama warga di Makassar. Disutradarai oleh Ilya Sigma, Hasut menjadi antitesis dari film horor konvensional. 

Di film ini, yang menimbulkan ketakutan dan kengerian bukanlah entitas gaib, melainkan rasa tidak aman (insecurity) manusia yang dimanipulasi secara brutal. 

Berkisah tentang empat sahabat yang bermaksud menyembuhkan diri di hutan, ketenangan mereka dirusak oleh frekuensi ganjil dari sebuah HT. Suara-suara tersebut menghidupkan kembali luka-luka lama dan memaksa mereka saling menghakimi. Tak butuh waktu lama hingga persahabatan tersebut hancur lebur tergantikan oleh insting bertahan hidup yang berdarah-darah.

PT-Vale

Penulis dan sutradara Ilya Sigma mengungkapkan, suara-suara yang tak terlihat justru menjadi elemen yang paling mudah untuk menggoyahkan keberanian dan memunculkan rasa takut.

“Secara personal, aku lebih takut sama sesuatu yang aku bayangkan daripada yang aku lihat langsung. Ketika suara misterius itu masuk dan mengambil ruang di kepala kita, di situlah teror yang sebenarnya dimulai. Imajinasi kita sendiri yang menciptakan ketakutan tersebut,” ungkap Ilya Sigma.

Diproduksi Tuta Films dengan Putrama Tuta dan Siera Tamihardja sebagai produser, Hasut dibintangi oleh aktor-aktor kelas festival mulai dari Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.

Kevin Ardilova yang memerankan karakter Derry, sukses mencuri perhatian lewat perannya sebagai pemuda yang membawa luka bullying sedari kecil. Mewakili mereka yang sering menjadi people-pleaser dan terlalu mendengarkan suara orang lain, Derry terjebak dalam kepasrahan yang berbahaya.

“Derry ini seorang adik yang dulu sering di-bully. Perasaan tertindas itu yang ia bawa-bawa sampai dewasa. Kemarahan atas masa kecilnya mempengaruhi setiap sikapnya,” ungkap Kevin Ardilova. 

Mendebarkan sekaligus emosional, Hasut mengajak warga Makassar untuk merasakan ngerinya ketika seseorang tak lagi bisa membedakan mana suara hatinya, dan mana suara bisikan yang menjerumuskan. (*)


Tags: