OJK Catat Perkembangan Positif pada SBN, Nilai Transaksi Capai Rp60 Triliun
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Pasar surat utang domestik mencatatkan perkembangan positif. Hal itu tercemin pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp60 triliun sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Dia menilai, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, sekaligus menunjukkan kepercayaan pelaku pasar yang semakin kuat terhadap instrumen surat utang.
“Perkembangan surat utang, baik SBN maupun obligasi korporasi, sejauh ini menunjukkan tren positif. Rata-rata nilai transaksi harian SBN, sekarang sudah cukup besar sekitar Rp60 triliun pada 2025,” ujar Eddy.
OJK juga melaporkan kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan turut mencatatkan pertumbuhan 8,67% year on year (yoy), yang mencerminkan minat investor semakin kuat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Beberapa indikator mencerminkan perkembangan yang signifikan, seperti misalnya pemilikan SBN yang dapat diperdagangkan sekarang tumbuh sekitar 8,67% secara tahunan,” kata Eddy.
Lebih lanjut, Eddy menyampaikan aktivitas Repurchase Agreement (Repo) SBN juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Adapun, saat ini porsi Repo SBN terhadap total transaksi mencapai sekitar 35%, sementara Repo antarbank menyumbang lebih dari 70% dari total aktivitas Repo.
“Termasuk juga porsi Repo SBN terhadap total transaksi itu saat ini 35 persen, dan juga Repo antarbank ini juga menyumbang hingga lebih dari 70 persen dari aktivitas Repo,” ujar Eddy.
Eddy mengatakan, data-data tersebut mencerminkan bahwa kedalaman pasar terus meningkat, proses price recoveryosemakin baik, serta mekanisme Repo semakin berkembang secara market-driven. (*)