Wisuda 3.024 Mahasiswa Tuntas, Rektor UMI Ingatkan Profesi Bukan Sekadar Pekerjaan tetapi Amanah Mengabdi ke Masyarakat
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menyelesaikan prosesi wisuda periode I tahun 2026 untuk 3.024 mahasiswa. Di hari ketiga atau terakhir pada Sabtu (18/4/2026) di Hotel Claro Makassar, UMI melepas 1.081 wisudawan.
Adapun rinciannya, Fakultas Agama Islam 130 orang, Fakultas Teknologi Industri 147 orang, Program Profesi Insinyur 115 orang, Fakultas Kedokteran 312 orang, Program Profesi Dokter 172 orang, Fakultas Farmasi 106 orang, serta Program Profesi Apoteker 99 orang.
Menutup rangkaian wisuda ini, Rektor UMI, Prof Hambali Thalib memberikan pesan kuat tentang pentingnya profesi yang dijalankan dengan integritas, akhlak, dan kebermanfaatan.
“Hari wisuda bukan sekadar hari kelulusan, melainkan hari penyerahan masa depan bangsa kepada para lulusan yang akan mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.
Prof Hambali juga mengingatkan bahwa di balik toga dan gelar, ada perjuangan panjang yang telah dilalui para lulusan. Ada yang harus berjaga malam, menghadapi kegagalan praktik, kelelahan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, hingga hampir menyerah karena beratnya perjalanan studi.
“Namun semua perjuangan itu menjadi bukti bahwa para lulusan UMI adalah petarung sejati yang telah memilih untuk bertahan. Karena itu, ada dua hal penting kepada para wisudawan: profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia, dan gelar hanya akan bermakna bila dijalankan dengan integritas,” jelasnya.
Secara khusus, Prof Hambali menyampaikan pesan kepada setiap rumpun profesi. Kepada Fakultas Kedokteran dan Profesi Dokter, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan dokter yang mampu membaca hasil laboratorium, tetapi juga dokter yang mampu membaca rasa takut pasien. Kepada Program Profesi Insinyur dan Fakultas Teknologi Industri, ia menekankan bahwa bangsa membutuhkan pembangun yang jujur, bukan sekadar perancang sistem. Sementara itu, kepada Fakultas Farmasi dan Profesi Apoteker, ia menekankan pentingnya integritas dalam menjaga keselamatan obat dan layanan kesehatan.
“Adapun kepada Fakultas Agama Islam para lulusan adalah penjaga nurani masyarakat yang harus memastikan ilmu agama hidup dalam perilaku, bukan sekadar dibaca dalam teks,” ucap Prof Hambali.
Dalam pidatonya, Rektor juga menyinggung tantangan masa depan yang ditandai perubahan teknologi sangat cepat, hadirnya kecerdasan buatan, dan persaingan global yang semakin ketat. Namun ia menegaskan bahwa teknologi mungkin dapat menggantikan sebagian keterampilan manusia, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan hati nurani. Pesan ini menjadi penegasan bahwa keunggulan lulusan tidak hanya terletak pada kecakapan akademik, tetapi juga pada kualitas moral dan kemanusiaannya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor turut memaparkan penguatan mutu kelembagaan UMI. Saat ini UMI memiliki 67 program studi pada jenjang Diploma Tiga, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Dari jumlah itu, 50 persen telah terakreditasi Unggul dan A, 48 persen terakreditasi Baik Sekali, B, dan Baik, sedangkan sekitar 2 persen merupakan program studi baru dengan akreditasi sementara. Hingga saat ini, jumlah alumni UMI telah mencapai 142.995 orang, dan kampus ini juga memiliki 117 Guru Besar, yang disebut sebagai jumlah terbanyak pada perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Capaian akademik UMI juga diperkuat dengan raihan 85 judul hibah nasional Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian itu menempatkan UMI sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang masuk 10 besar peneliti terbanyak nasional. Bagi Rektor, prestasi tersebut menegaskan bahwa UMI bukan hanya mengajar, tetapi sedang membangun peradaban ilmu dan menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.
Tidak hanya itu, UMI juga terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berjejaring global. Saat ini mahasiswa dari Palestina, Aljazair, Yaman, Irak, Mesir, Timor Leste, dan berbagai negara lain belajar bersama di kampus tersebut. Bahkan hingga saat ini terdapat 35 calon mahasiswa internasional yang mendaftar ke UMI. Khusus pada bidang profesi dan kesehatan, Fakultas Kedokteran juga tengah merampungkan dokumen pembukaan Program Magister Biomedik, Program Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif, Program Spesialis Radiologi, Program Spesialis Bedah, serta Program Spesialis Mata. Langkah ini menunjukkan bahwa UMI tidak hanya meluluskan profesi strategis hari ini, tetapi juga sedang menyiapkan ruang pengabdian yang lebih luas untuk masa depan.
Menutup pidatonya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan kepada UMI dalam mendidik putra-putri mereka. Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia.
“UMI tidak ingin kalian hanya sukses, tetapi ingin kalian bermakna dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat manusia,” tutupnya. (*)