#TRENDING
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri kegiatan pemberian paket sembako, pelayanan keluarga berencana (KB) serentak, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sunatan massal yang berlangsung di Puskesmas Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Rabu (10/06/2026)/FOTO: humas.gowakab.go.id

Pemkab Gowa Fokus Tingkatkan Kesehatan Masyarakat dan Percepat Penurunan Stunting

Wednesday, 10 June 2026 | 17:17 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan pemberian paket sembako, pelayanan keluarga berencana (KB) serentak, pemeriksaan kesehatan gratis, serta sunatan massal yang berlangsung di Puskesmas Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Rabu (10/06/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

Dalam sambutannya, Bupati Husniah menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal karena sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

PT-Vale

“Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan wajib memberikan pelayanan yang baik dan cepat, kepada seluruh masyarakat,” ungkap Bupati Talenrang.

Menurutnya, berbagai program kesehatan yang dijalankan saat ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Gowa.

Bupati Husniah menyebutkan bahwa Kabupaten Gowa baru saja meraih predikat terbaik ketiga tingkat nasional dalam upaya penurunan kemiskinan dan stunting. Capaian tersebut, kata dia, menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tahun ini kita berada di posisi terbaik ketiga, maka kita ingin lebih baik lagi. Seluruh stakeholder yang berkaitan mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, Dinas Sosial, RSUD Syekh Yusuf, Dinas Pendidikan, Dinas Dukcapil, Dinas PPPA, Dinas PMD dan SKPD lainnya harus turun langsung ke lapangan memastikan masyarakat kita semakin sejahtera dan terbebas dari stunting,” jelas Bupati Talenrang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi lintas sektor karena kedua persoalan tersebut saling berkaitan.

“Kita berharap angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Gowa terus menurun sehingga target pembangunan sumber daya manusia yang unggul dapat terwujud,” tambah Bupati Talenrang.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada 70 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Bantuan ini didukung oleh BPJS Kesehatan dan Baznas sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan pemenuhan gizi keluarga.

“Masyarakat tentu merasa senang karena pemerintah hadir di tengah mereka saat membutuhkan. Ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” pungkas Bupati Talenrang. 

Sementara itu, Camat Bajeng Barat, Syamsu Risal, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gowa kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dijalankan melalui Program Gowa Bersama telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat Bajeng Barat. Semoga sinergitas dan kekompakan yang selama ini terjalin dapat terus dipertahankan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Salah seorang warga penerima manfaat, Windi (28), yang mengikuti layanan KB gratis mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia menilai layanan ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga yang ingin mengikuti program KB namun terkendala biaya maupun kurangnya informasi.

“Alhamdulillah pasti sangat bersyukur, saya mau ikut ini karena anak saya sudah tiga. Semoga program ini bisa terus hadir agar kami para ibu-ibu bisa terbantu dan mendapatkan edukasi yang baik terkait penggunaan KB,” tutupnya. (*)