#TRENDING
FOTO: humas.gowakab.go.id

167 Mahasantri Gowa Resmi Diwisuda, Perkuat Misi Satu Desa dan Kelurahan Satu Hafiz

Thursday, 18 June 2026 | 12:54 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 167 Mahasantri asal Kabupaten Gowa berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Kelulusan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Program Mahasantri yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gowa bersama UIN Alauddin Makassar dalam mendukung terwujudnya program satu desa dan kelurahan satu hafiz Al-Qur’an.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Ramah Tamah Wisudawan dan Wisudawati ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/06/2026).

Bupati Husniah menyampaikan rasa bangganya atas capaian para mahasantri yang tidak hanya berhasil meraih gelar sarjana, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang dimiliki.

PT-Vale

“Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun, kebahagiaan itu akan menjadi lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, menjaga kehormatan keluarga, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan daerahnya,” ungkapnya saat menghadiri Ramah Tamah Wisudawan/wati Ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/06/2026).

Menurutnya, keberhasilan para mahasantri merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang terus mengiringi perjalanan pendidikan mereka. Dari total 167 mahasantri yang diwisuda, sebanyak 136 orang berhasil meraih predikat cumlaude, sementara 31 orang lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan. Seluruhnya menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3 tahun 10 bulan.

“Alhamdulillah capaian ini merupakan kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan masyarakat, namun amanah ini juga harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjut Bupati Husniah, menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, sejak tahun 2022 Pemkab Gowa bersama UIN Alauddin Makassar menghadirkan Program Mahasantri untuk mencetak generasi Qurani yang unggul, berilmu, dan berakhlak.

“Program Mahasantri bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh gelar sarjana, tetapi membentuk manusia secara utuh. Mereka tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya, mendalami ilmu tafsir, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Husniah juga berpesan kepada seluruh lulusan agar terus menjaga adab, menghormati orang tua, dan tidak berhenti belajar. Ia berharap para sarjana yang lahir dari program tersebut kembali ke daerah masing-masing untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Jangan malu kembali mengabdi di kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu mendengar, memahami persoalan, dan bekerja bersama masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Muhaemin Latif, menjelaskan bahwa Program Mahasantri merupakan salah satu program unggulan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan UIN Alauddin Makassar. Program ini menggabungkan pembinaan kepesantrenan di Lembaga Mahasantri Bajeng dengan pendidikan akademik di kampus.

Pada Wisuda Angkatan ke-118 dan 119, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat berhasil meluluskan 347 wisudawan dan wisudawati. Jumlah tersebut menjadikan fakultas ini sebagai penyumbang lulusan terbanyak di antara delapan fakultas yang ada di UIN Alauddin Makassar.

“Selamat kepada seluruh ananda yang telah sampai pada titik ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa, khususnya bagi Mahasantri Kabupaten Gowa yang menjadi program kerja sama dengan pemerintah daerah. Dari 167 mahasantri, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude,” sebutnya.

Selain mencatat prestasi akademik yang membanggakan, hampir seluruh mahasantri juga telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Menurut Prof Muhaemin, capaian tersebut menjadi tonggak penting karena berhasil melahirkan sarjana yang memiliki kompetensi akademik sekaligus penghafal Al-Qur’an.

“Ini merupakan aset berharga yang dimiliki Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur’an di setiap desa dan kelurahan. Jika diberdayakan secara maksimal, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu,” pungkasnya.

Salah satu mahasantri yang turut menorehkan prestasi membanggakan adalah Adzkiya Inas. Ia berhasil menjadi lulusan terbaik di jurusannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dan predikat cumlaude.

“Alhamdulillah bahagia dan tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Tentu kami sangat berterima kasih dengan Pemkab Gowa karena berhasil menciptakan program ini sehingga kami semua bisa meraih sarjana agama,” ungkapnya.

Adzkiya berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa mendatang. (*)