Tren Baru Anak Muda Makassar, Beralih dari Budaya Konsumtif ke Investasi
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Gaya hidup anak muda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan mulai mengalami pergeseran. Kalau dulu, mereka menghabiskan uangnya demi nongkrong di kafe, kini pelan-pelan disisihkan untuk investasi.
Di tengah tekanan ekonomi saat ini, anak muda sudah bijak mengelola keuangan untuk masa depan. Gaji yang didapat hari ini, mungkin beda di hari lain menjadi prinsip sekaligus bentuk rasa cemas mereka.
Muhammad Faizal (30), salah satu pegawai swasta di Makassar sudah menaruh sebagian dari gajinya untuk investasi di pasar modal. Instrumen yang dipilih adalah obligasi.
Menurutnya, obligasi adalah satu salah instrumen investasi yang menjanjikan dengan imbal hasil yang tinggi namun punya resiko yang rendah.
Meski demikian, Faizal hanya sekadar tahu soal untung rugi investasi. Dia masih ingin belajar perihal tren pasar yang mempengaruhi investasi.
Dia lantas ikut dalam Talkshow Eduvest, sebuah acara edukasi literasi keuangan yang digelar BRI Regional 15 Makassar sebagai rangkaian dari BRI Consumer Expo 2026 di Atrium Trans Studio Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Jumat (19/6/2026).
Di sana, Faizal mendapat pandangan baru soal investasi mulai dari produk hingga manajemen risiko. Sehingga ke depan, dia tidak asal berinvestasi tapi bisa mendapatkan passive income yang maksimal.
“Kan rata-rata orang mau investasi karena mau dapat pendapatan tambahan. Nah saya mau tahu lebih lanjut,” jelasnya.
Ainul Maghfira (26) hadir pula sebagai peserta Talkshow Eduvest. Dia adalah seorang pemula dalam investasi dengan menempatkan sebagian uangnya di pasar uang.
Berawal menyisihkan uang sebesar Rp50.000, Ainul yang merupakan mahasiswa magister di Universitas Hasanuddin itu sudah rutin berinvestasi setiap bulannya. Dia berharap kebiasaan ini terus berlanjut hingga memasuki masa tuanya.
“Yang penting semoga konsisten karena tidak mudah memang,” katanya.
Ainul antusias mengikuti diskusi tersebut. Ini kali pertamanya hadir dalam kegiatan yang berkaitan soal finansial. Sebelumnya, dia hanya rajin hadir dalam seminar atau kuliah umum.
“Lebih ke mencari pandangan baru. Ternyata seru juga,” lanjutnya.
Suasana event BRI Consumer Expo 2026 di Atrium Trans Studio Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Jumat (19/6/2026)/GOSULSEL
Talkshow Eduvest kali ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Technical Analyst PT BRI Reksadana Sekuritas, Reza Diofanda; Head Department of Costumer Engagement & Market Analyst PT BRI Reksadana Sekuritas, Chory Agung Ramdhani; Unit Gadai Efek Pegadaian, M Hanafi Fauzi Seva; dan Invesment Specialist Sucor Asset Management, Felisya Wijaya.
Menurut Technical Analyst PT BRI Reksadana Sekuritas, Reza Diofanda, pemula investasi harus berani terjun ke pasar modal dengan catatan belajar soal resikonya, bukan fokus pada keuntungan.
“Jadi pertama coba aja dulu, pahami resiko-resikonya dan juga asetnya,” ujarnya.
Reza melihat kondisi pasar yang flutuaktif saat ini dapat menjadi momentum untuk belajar investasi. Masyarakat bisa melihat perkembangan saham berkualitas yang punya potensi tumbuh dalam jangka panjang.
Technical Analyst PT BRI Reksadana Sekuritas, Reza Diofanda/GOSULSEL
“Harusnya ini jadi kesempatan, lihat mana saham yang mampu naik atau bertahan,” jelasnya.
Head Department of Costumer Engagement & Market Analyst PT BRI Reksadana Sekuritas, Chory Agung Ramdhani turut mengatakan, investasi bisa dilakukan siapa tanpa memandang usia dan profesi.
Dia mengingatkan, ada tiga hal dasar yang perlu diketahui sebelum berinvestasi, yaitu mengenal produk yang dibeli, memahami kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan, serta memperhatikan likuiditas saham tersebut di pasar.
Sebagai permulaan, Chory menyarankan masyarakat untuk memilih reksa dana sebagai tempat investasi. Sebab, dapat dibeli mulai Rp10.000 sehingga nantinya semakin terbiasa.
“Mulai dari Rp10 sampai Rp100 ribu udah bisa, dan itu tentu menjadi kesempatan kita untuk melakukan investasi mulai sekarang,” jelasnya.
Selain itu, investasi bisa digunakan sebagai dana darurat. Emas misalnya, di mana dapat digadai untuk mendapat pendanaan tanpa harus kehilangan kepemilikan atas aset tersebut.
“Gadai efek ini nantinya bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat apabila pada saat berinvestasi ini dibutuhkan kebutuhan yang mendesak, jadi bisa menjadi solusi untuk mendapatkan pendanaan tanpa kehilangan aset yang dimiliki,” jelas Unit Gadai Efek Pegadaian, M Hanafi Fauzi Seva.
Sementara Invesment Specialist Sucor Asset Management, Felisya Wijaya, mengingatkan bahwa investor harus semakin kritis terhadap setiap informasi yang beredar.
Menurutnya, setiap berita dapat mempengaruhi nilai portofolio sehingga investor perlu menjaga likuiditas agar selalu siap menghadapi perubahan pasar.
Talkshow Eduvest menjadi bagian dari upaya BRI untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat khususnya investasi.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D Argo Prabowo, menegaskan komitmen BRI untuk memperkuat ekosistem keuangan nasional lewat peningkatan literasi.
Olehnya, BRI terus menggelar program edukasi. Sebab peran perbankan saat ini bukan hanya sekadar menghadirkan layanan produk namun ikut ambil bagian memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan finansial yang bijak.
“Kami menyediakan berbagai program literasi, mulai dari literasi dasar, literasi bisnis, hingga literasi digital agar masyarakat bisa berkembang dan naik kelas,” tutup Argo. (*)