OJK Sebut Kenaikan Harga BBM Dorong Pembiayaan Kendaraan Listrik Bertumbuh
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membawa angin segar pada sektor pembiayaan khususnya untuk kendaraan listrik.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, melihat minat masyarakat pada kendaraan listrik itu tinggi setelah kenaikan BBM baru-baru ini.
Meskipun saat ini OJK belum mengantongi data penyaluran pembiayaan setelah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan pada pertengahan Juni 2026, Agusman mengungkap ada peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik pada Mei 2026.
“(Kenaikan BBM) dapat mendorong minat terhadap kendaraan listrik. Pada Mei 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik, roda dua dan roda empat oleh multifinance meningkat 32,48 persen yoy (year on year) menjadi sebesar Rp 23,94 triliun,” kata Agusman, Sabtu (11/7).
Untuk mobil listrik, OJK mencatat ada kenaikan pembiayaan pada bulan yang sama sebesar 29,16 persen secara tahunan atau yoy menjadi sebesar Rp 20,06 triliun atau 3,69 persen dari total pembiayaan multifinance.
Agusman menjelaskan dari jumlah tersebut, pembiayaan kendaraan hybrid masih mendominasi yaitu sebesar Rp 11,74 triliun. Agusman melihat salah satu tantangan pengembangan kendaraan listrik masih berkaitan dengan nilai jual kembali atau resale value.
“Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik,” jelasnya.
Di sisi lain, Agusman juga melihat kenaikan harga BBM pada pertengahan Juni lalu akibat kenaikan harga minyak mentah bisa mempengaruhi kualitas pembiayaan multifinance.
“Kenaikan harga BBM berpotensi memengaruhi kemampuan bayar sebagian debitur dan kualitas pembiayaan multifinance,” tutup Agusman. (*)