Guru di Soppeng Andalkan BRImo: Transaksi dalam Genggaman, Produktivitas Terjaga
SOPPENG, GOSULSEL.COM – Kehadiran super app dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), BRImo terus memudahkan penggunanya dalam bertransaksi. Berbagai layanannya bisa diakses dengan cepat melalui smartphone.
Pengalaman tersebut dirasakan Andi Siti Dalaira Fezih Karimah (27), salah satu pengguna BRImo di Kota Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Sebagai seorang guru di SMP Ngeri 3 Watansoppeng, Fezih–sapaan akrabnya mengaku dapat bertransaksi dengan mudah hanya melalui BRImo. Tinggal buka aplikasinya di smartphone, semua layanan tersedia, seperti transfer hingga bayar tagihan listrik.
“Semua cepat diakses tanpa harus ke ATM atau ke toko,” ucapnya saat ditemui di sekolahnya, Minggu (10/5/2026).
Dengan akses yang mudah dalam genggaman, kata Fezih, produktivitasnya sebagai guru tetap terjaga. Semisal saat lagi mengajar, ketika ada transaksi penting seperti pembayaran tagihan listrik, dia tinggal mengakses fitur Payment Point Online Bank (PPOB) di BRImo.
“Tidak cukup lima menit, karena sudah ada riwayat pembayaran sebelumnya jadinya cepat dibayar,” lanjut Fezih.
Fezih sudah dua tahun bergantung pada BRImo. Transaksi paling sering dilakukannya adalah membayar hasil belanja di marketplace. Cukup menyalin kode virtual account (VA), barang sudah terbayarkan.
Selain itu, Fezih sudah tidak lagi melakukan transfer uang lewat ATM terdekat di sekolah atau rumahnya. Hal yang biasa dilakukannya saat masih kuliah.
“Dulu masih sering begitu karena khawatir salah transfer,” ucapnya.
Sampai sekarang, Fezih terus mengandalkan BRImo untuk akses layanan keuangannya. Tanpa harus ke toko atau ATM, dia bisa menjaga produktivitasnya sebagai guru sambil bertransaksi dalam genggaman.
Untuk lebih memanjakan nasabah, BRI juga telah menciptakan ekosistem digital dengan menghadirkan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, standar kode QR yang dipakai sebagai sistem pembayaran non tunai atau cashless.
Ada juga EDC atau Electronic Data Capture, yaitu mesin untuk merchant dalam memproses pembayaran non tunai dari pelanggan secara cepat, aman, dan real-time. Mesin ini terhubung ke jaringan bank untuk memproses transaksi kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga QRIS.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menjelaskan bahwa BRImo hadir untuk membiasakan nasabah bayar tanpa tunai. Selain praktis, tingkat keamanan juga lebih tinggi.
“Jadi ini yang kita dorong ke masyarakat untuk cashless. Karena memang salah satu tugas kita di inklusi itu kan bagaimana meminimalisir atau menekan cashless,” katanya.
Meski demikian, tidak semuanya nasabah BRI memiliki BRImo. Untuk itu, lanjut Iwan, BRI Region 15 Makassar aktif mendorong nasabah untuk memanfaatkan aplikasi dengan cara edukasi.
Di samping itu, merchant juga diharap memasang QRIS dan menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran non tunai ketika pelanggan atau nasabah BRI bertransaksi via BRImo.
“Kami minta mereka pasang QRIS di situ sambil ada upaya edukasi,” lanjut Iwan.
Upaya itu terus dilakukan hingga mencatatkan pertumbuhan positif. Iwan pun berharap tren tersebut berlanjut hingga akhir tahun 2026.
“Dari tahun ke tahun luar biasa, dari sisi transaksi juga luar biasa. Bahkan secara nasional itu kan sekarang BRI dapat apresiasi positif karena transaksi yang meningkat tajam,” tandasnya. (*)