Muhammad Adzan memperlihatkan produk dari Pastel Aliyah saat ditemui di rumah produksi, lorong 8, Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Selasa (12/5/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Dari Dapur Rumahan, Pastel Aliyah Laris Manis di Era Digital

Wednesday, 13 May 2026 | 17:18 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Di lorong 8, Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, aroma gurih pastel yang baru saja diangkat dari penggorengan tercium kuat dari sebuah rumah sederhana.

Bukan sekadar tempat tinggal, dapurnya merupakan pusat operasional dari Pastel Aliyah, UMKM yang berhasil membuktikan bahwa berjualan tidak harus memiliki outlet melainkan bisa dari rumah.

Pastel Aliyah menawarkan pastel, jajanan tradisional yang dibuat dengan betuk lingkaran. Kulitnya renyah berisikan kentang, wortel, telur, dan susu krimi.

PT-Vale

“Jadi yang membuat beda itu karena di dalamnya krimi dan padat,” kata Muhammad Adzan, penanggujawab Pastel Aliyah saat ditemui di rumah produksinya, Selasa (12/5/2026).

Usaha ini telah dirintis sejak tahun 2019. Namun titik pertumbuhan pesat bisnisnya terjadi saat mengenal pemasaran digital yang didapatnya dari pelatihan program BRIncubator di Rumah BUMN BRI Makassar pada 2023.

Adzan mengatakan, pemasaran digital membawa banyak perubahan dari segi penjualan. Kalau dulu hanya dari teman ke teman, kini bisa menjual via WhatsApp hingga aplikasi layanan pesan antar.
“Kalau di WhatsApp, mereka bisa pilih mau diantarkan atau ambil sendiri di rumah,” ucapnya.

Pemasaran digital yang dilakukannya begitu kencang. Tidak hanya menyediakan platform jualan namun dia memanfaatkan media sosial seperti Instagram sebagai media promosi.

Hal itu terbukti dengan publikasi yang dilakukan beberapa influencer. Hasilnya pun memuaskan dengan brand positioning yang semakin kuat.

“Banyak yang promosikan pastel kami di Instagram jadi lebih menjangkau semua orang,” lanjut Adzan.

Sekarang, Pastel Aliyah telah menerima pesanan rata-rata 70-100 biji per harinya. Paling banyak saat ramadan dan ketika ada kegiatan seperti pesta dan arisan.

“Ramadan selalu tinggi. Jadi kami biasa mulai buat itu sejak pagi biar pembeli bisa buka puasa dengan pastel kami,” lanjut Adzan.

Semuanya dikemas dalam kemasan boks dengan dua macam varian, yaitu isi 5 seharga Rp33 ribu dan isi 10 Rp60 ribu. Adapun harga di layanan pesan antar berbeda mengingat adanya biaya admin.

Adzan semakin lihai memasarkan pastelnya di ruang digital. Bahkan, dia mengaku sampai tiga kali ikut dalam program BRIncubator dari Rumah BUMN mulai tahun 2023, 2024, dan 2025.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan BRI begitu intens yang disesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain pemasaran digital, dia mendapatkan pelatihan seperti manajemen keuangan, packaging atau kemasan hingga supply chain.

“Tapi memang yang paling berdampak itu pemasaran digital, kita dibantu cara menjual sampai bisa dapat pelanggan,” tutup Adzan.

Rumah BUMN dari BRI Region 15 Makassar memberikan fasilitas pendampingan dan pemasaran bagi UMKM dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka. Lokasinya berada di Jalan Ratulangi, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Program pendampingan itu dinamai BRIncubator yang digelar setiap empat bulan. UMKM kategori food & beverage, fashion & beauty, home décor & craft dapat bergabung.

Adapun Pastel Aliyah telah ikut tiga kali berturut-turut yaitu tahun 2023, 2024, dan 2025. Sebab, masuk di program BRIncubator memiliki syarat yang mudah, yaitu cukup punya usaha dan rekening BRI.

“Kalau tidak punya usaha juga bisa ikut asal punya rekening BRI. Tapi kalau tidak ada nanti kita buatkan,” kata Leader Project Rumah BUMN BRI Region 15 Makassar, Ayu Anisela
Selain itu, Rumah BUMN memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM yang mau lebih berkembang lewat suntikan pinjman modal dengan bunga yang ringan. Kemudian akan diproses ke BRI Region 15 Makassar.

Program BRIncubator hingga kini mendapat antusiasme yang tinggi. Hingga Desember 2025, BRI Region 15 Makassar mencatatkan 6.422 UMKM yang telah didorong naik kelas berkat pendampingan dan penerima KUR.

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menegaskan bahwa Rumah BUMN hadir sebagai bagian dari pilar strategi pemberdayaan untuk menjangkau, mengkonversi, dan menaik kelaskan segmen unbankable.

“Pemberdayaan ini penting karena kami tidak hanya memberikan modal berupa kredit (KUR), tetapi juga memberikan pendampingan agar usaha mereka bisa tumbuh,” jelasnya.

Selain itu, ekosistem UMKM bisa terbentuk. Tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha namun juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Target kami adalah bagaimana ekosistem UMKM ini bisa terbentuk dengan kuat, sehingga kemandirian ekonomi di tingkat desa maupun kelompok usaha bisa tercapai dengan baik,” tandas Iwan.

Adapun bagi UMKM di Sulawesi Selatan yang berminat bergabung di program BRIncubator, pendaftaran bisa dilihat melalui media sosial Instagram Rumah BUMN Makassar @rumahbumn_makassar. (*)


Tags: