Mutia Nurafni Diapati saat memajang beberapa gantungan kunci hasil custom milik pelanggan di kontainernya yang berlokasi di kawasan Ruko Alauddin Plaza, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kamis (14/5/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Hobi Jadi Cuan, Cerita di Balik Merchandise Custom ala UMKM Kira Kira Michi

Friday, 15 May 2026 | 16:39 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Geliat UMKM di Makassar semakin terlihat. Bukan sekadar menawarkan kuliner, kini pelaku usaha mulai menggarap ekonomi kreatif melalui produk kriya.

Kira Kira Michi, salah satunya. UMKM ini menawarkan merchandise custom seperti gantungan kunci, pin, hingga pouch bergaya pop culture dari Jepang dengan menargetkan pasar anak muda yang suka anime atau budaya dari negeri Sakura itu.

Mutia Nurafni Diapati (36) bersama sang suami, Yuji (41) mengelola usaha ini sejak tahun 2023. Mereka membangun sebuah kontainer sederhana di kawasan Ruko Alauddin Plaza, Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini.

PT-Vale

Dari jauh, produk merchandise dari Kira Kira Mochi bisa dilihat. Paling banyak adalah gantungan kunci yang sudah di-custom sesuai permintaan pelanggan.

Mutia mengatakan, merchandise custom dijual karena pasarnya yang belum digerus banyak orang. Belum lagi, gaya pop cultue Jepang yang diusung Kira Kira Michi memperkuat antusias anak muda untuk melirik usahanya.

“Anak muda lebih sering custom bergambar anime, di situ pasarnya besar. Ke komunitas wibu juga,” ujarnya saat ditemui, Kamis (14/5/2026).

Selain itu, dia dan suami juga memiliki hobi yang sama sebagai penyuka gaya pop culture Jepang. Sehingga tidak sulit bagi keduanya membangun Kira Kira Michi dengan visi yang sama.

“Kalau melakukan sesuatu yang disuka itu kayaknya biarpun seberat apapun jadi ringan. Terus second hobinya desain dan suka pop culture Jepang,” ucap Mutia.

Seiring berjalan, Kira Kira Michi semakin dikenal di kalangan pencinta anime di Makassar. Terlebih, harga merchandise custom yang terjangkau mulai Rp5 ribu menjadi alasan usaha Mutia diminati.

“Kalau per minggu mungkin sekitar 20 atau 30-an pieces. Beda lagi kalau ada event, biasanya sampai 100 pieces,” lanjutnya.

Namun UMKM yang sehat tidak dilihat dari omzetnya. Operasional bisnis yang baik dan tertata juga jadi perhatian penting.

Untuk itu, Mutia mendaftarkan Kira Kira Michi ke BRIncubator pada tahun 2025, yaitu sebuah program dari Rumah BUMN BRI yang berfokus kepada pemberdayaan UMKM.

“Pertama kali dapat info dari teman. Di sana ternyata kita dapat pendampingan UMKM,” ujarnya.

Pendampingan berupa manajemen staff, manajemen keuangan, hingga pemasaran digital didapatnya. Semuanya diajarkan secara detail selama dua bulan pada Agustus dan September 2025.

Adapun yang paling menarik, menurutnya, adalah manajemen staff. Dengan materi itu, akhirnya dia bisa paham cara manajerial pegawai untuk efisiensi operasional bisnis.

“Jadi intinya kita dilatih untuk buat UMKM lebih siap dan tahu pengembangannya beberapa tahun ke depan,” kata Mutia.

Tidak hanya pendampingan, lanjut Mutia, program BRIncubator bahkan memberikan fasilitas pembuatan landing page, sebuah website khusus untuk kampenya pemasaran.

“Kita juga ditawari pameran untuk memperkenalkan produk kami lebih luas,” ungkapnya.

Keseriusan Mutia ikut program tersebut membawanya juara tiga dalam BRIncubator Lokal tahun 2025. Hal tersebut mendorong usahanya semakin eksis di kalangan anak muda khsususnya para pencinta gaya pop culture Jepang.

BRI terus mendorong UMKM seperti Kira Kira Michi berkembang dan punya daya saing tinggi. Upaya itu kemudian diwujudkan melalui Rumah BUMN dengan programnya, yaitu BRIncubator.

Rumah BUMN di Makassar dikelola langsung BRI Region 15 yang beralamat di Jalan Ratulangi, Kelurahan Mangkura, Kecamatan Mariso.

Program BRIncubator dari Rumah BUMN rutin digelar setiap empat bulan sekali dengan harapan semua pelaku UMKM di Sulawesi Selatan terkhusus di Makasssar bisa bergabung.

Semua jenis UMKM pun bisa mendaftar, mulai dari food & beverage, fashion & beauty, home décor & craft. Ke depan, usaha yang berfokus layanan jasa juga dapat bergabung.

Pendaftaran bisa diumumkan melalui media sosial Instagram Rumah BUMN Makassar @rumahbumn_makassar. Syaratnya cukup memiliki usaha yang berjalan, tetapi dibuka juga bagi yang belum punya bisnis asal memiliki rekening BRI.

“Kalau tidak ada rekening atau QRIS bisa juga nanti kita proses,” kata Leader Project BRI Region 15 Makassar, Ayu Anisela.

Rumah BUMN turut memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM yang mau lebih berkembang lewat suntikan pinjman modal dengan bunga yang ringan. Kemudian akan diproses ke BRI Region 15 Makassar.
“Kalau kita KUR di sini cuma menjembatani UMKM yang mau nanti kita dampingi pengurusannya,” lanjutnya.

Program BRIncubator hingga kini mendapat antusiasme yang tinggi. Hingga Desember 2025, BRI Region 15 Makassar mencatatkan 6.422 UMKM yang telah didorong naik kelas berkat pendampingan dan penerima KUR

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto mengatakan bahwa BRI selama ini dikenal sebagai penggerak utama penyaluran KUR kepada UMKM.

Sejalan dengan itu, bank terbesar di Indonesia itu juga ingin membuktikan bahwa BRI memiliki strategi pemberdayaan untuk menjangkau, mengkonversi, dan menaik kelaskan segmen unbankable, salah satunya dengan pendampingan UMKM lewat Rumah BUMN.

“Pemberdayaan ini penting karena kami tidak hanya memberikan modal berupa kredit (KUR), tetapi juga memberikan pendampingan agar usaha mereka bisa tumbuh,” jelasnya.

Selain itu, ekosistem UMKM bisa terbentuk. Tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha namun juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Target kami adalah bagaimana ekosistem UMKM ini bisa terbentuk dengan kuat, sehingga kemandirian ekonomi di tingkat desa maupun kelompok usaha bisa tercapai dengan baik,” tutup Iwan. (*)


Tags: