Sry Wahdah (33), agen BRILink di Batuleppa, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai/FOTO: IST

Permudah Transaksi, Agen BRILink di Sinjai Barat Jadi ‘Bank’ Andalan Warga

Monday, 18 May 2026 | 14:00 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

SINJAI, GOSULSEL.COM – Bagi masyarakat yang hidup di wilayah dataran tinggi Sinjai Barat, Sulawesi Selatan, jarak ke berbagai layanan publik menjadi salah satu tantangan.

Masyarakat harus ke Manipi, ibukota kecamatan Sinjai Barat untuk mengakses layanan publik. Itu pun mereka harus rela mengantri sebab terbatasnya kantor pelayanan seperti perbankan.

Jika sudah mendesak, masyarakat harus menempuh kurang lebih 30 kilometer ke Malino, Kabupaten Gowa. Sudah berbeda wilayah, namun layanan perbankan mudah dijumpai.

PT-Vale

Pemandangan itu kini berubah. Kehadiran agen BRILink di Batuleppa, Desa Gunung Perak menjadi jawab atas dahaga masyarakat terhadap akses keuangan yang cepat dan praktis.

Sry Wahdah (33) adalah agen BRILink di sana. Dia menjadi ‘bank’ andalan bagi masyarakat Desa XXX, Sinjai Barat. Dari tarik tunai hingga bayar tagihan atau Payment Point Online Bank (PPOB), semuanya bisa dilakukan.

“Tapi layanan paling banyak dimanfaatkan di sini seperti tarik tunai, transfer, top up dompet elektronik, pulsa dan bayar PLN,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (16/5/2026).

Wahdah memilih menjadi agen BRILink karena melihat keterbatasan akses keuangan masyarakat. Apalagi, Sinjai Barat belum mengalami perkembangan pesat seperti kecamatan lainnya.

Sebagian besar masyarakat lebih memilih ke Malino untuk memenuhi segala kebutuhannya. Semua layanan ada, mulai dari minimarket sampai kantor cabang perbankan tersedia di daerah favorit wisatawan tersebut.

“Kalau ke sana butuh ongkos bensin lagi. Agak jauh tapi memang lengkap di sana,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Wahdah pun bergabung sebagai agen BRILink pada tahun 2018. Dengan modal kecil dan minim risiko, dia lebih memilih menjadi perpanjangan tangan BRI untuk memperluas inklusi keuangan di Sinjai Barat dengan menawarkan kemudahan akses perbankan.

BRI juga memberikan fasilitas berupa mesin Electronic Data Capture (EDC) dan aplikasi BRImo yang sudah terpasang di gawai Wahdah untuk melayani kebutuhan warga.

“Kalau sepi sehari, rugi stok tidak ada. Jadi beda sama usaha makanan atau toko yang bisa basi,” lanjutnya.

Wahdah tidak hanya berperan memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat Sinjai Barat. Tugas lainnya adalah memberikan edukasi literasi keuangan kepada mereka yang masih kurang paham soal layanan perbankan.

Adapun layanan perbankan paling sering di edukasi adalah penggunaan BRImo, super app dari BRI yang dapat mengakses berbagai fitur keuangan, seperti PPOB, investasi emas, top up dompet elektronik, setor/tarik tunai, hingga asuransi.

“Saya sampaikan kepada masyarakat kalau di BRImo itu lebih mudah bertransaksi tidak perlu jauh lagi, cukup di BRImo,” jelasnya.

Namun, upaya edukasi tidak selalu berjalan mulus. Wahdah mengaku, masih banyak masyarakat yang ragu mengakses layanan keuangan lewat agen BRILink.

“Awalnya ragu karena takut uangnya tidak masuk, agen kabur dan tidak ada buktinya. Kepercayaan itu dimulai dari tetangga atau dari temannya bilang bagus itu transaksi disitu karena adaji bukti transfernya,” ujarnya.

Wahdah tidak hanya menjadi pahlawan finansial bagi kampungnya, tetapi juga meraup perputaran omzet yang menjanjikan. Kepercayaan masyarakat yang tinggi membuat volume transaksi harian terus merangkak naik.

“Omzet kurang lebih sejuta dan bisa lebih tinggi,” katanya.

Melalui jaringan agen BRILink, digitalisasi keuangan tidak lagi menjadi monopoli masyarakat perkotaan. Di sudut-sudut berudara sejuk Sinjai Barat, warung kecil milik Wahdah terus menghubungkan masyarakat dengan sistem keuangan modern, dan membuktikan bahwa kemudahan transaksi kini berada dalam jangkauan satu langkah kaki.

Seiring dengan itu, BRI Region 15 Makassar mencatatkan tren positif terhadap pertumbuhan agen BRILink. Hingga Desember 2026, 71.255 sudah ada agen yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku dengan jumlah transaksi sebesar 130 juta.

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menyampaikan bahwa agen BRILink hadir

anpa harus ke kantor cabang, nasabah dapat mengakses berbagai layanan keuangan di agen BRILink, mulai dari tarik tunai, transfer sampai investasi emas.

“Agen BRILink adalah perpanjangan tangan kami di daerah. Ini upaya kami untuk memperluas akses di tempat-tempat yang tidak ada kantor konvensionalnya,” ucapnya.

Di Agen BRILink, nasabah juga dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan bisnis. “Proses kredit bisa dilakukan di sana,” lanjut Iwan.

Ke depan, Iwan menyampaikan bahwa BRI khususnya di Region 15 Makassar bakal menambah jumlah agen di beberapa daerah ‘blank spot’ atau yang belum tersentuh akses keuangan BRI. Pendaftaran terus dibuka bagi masyarakat atau nasabah yang berminat dalam program tersebut.

“Kita akan terus monitor yang mengajukan, di daerah mana saja mereka. Kalau daerahnya di sana belum ada (BRILink), tentu kita akan lihat,” tutupnya. (*)


Tags: