#TRENDING

Jaga Kepercayan Investor, OJK dan SRO Serap Aspirasi Pelaku Pasar Modal

Monday, 19 October 2026 | 11:04 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal menggelar dialog dengan analis, ekonom, dan pemengaruh keuangan atau financial influencer (finfluencer) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas perkembangan pasar modal dan menyerap masukan dari para pemangku kepentingan, Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta pimpinan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Friderica mengatakan, dialog terbuka antara regulator dan pelaku pasar diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai masukan serta hal-hal yang perlu diperbaiki guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

PT-Vale

“Regulator tidak hanya hadir untuk menyampaikan kebijakan kepada pelaku pasar. Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka,” ujar Friderica.

Dalam pertemuan tersebut, OJK bersama SRO juga menyampaikan upaya melanjutkan Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia. Langkah ini mencakup penguatan transparansi, keterbukaan informasi kepemilikan saham, klasifikasi investor, serta komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor institusi.

Hasan Fawzi menyampaikan, penguatan integritas pasar modal turut dilakukan melalui penegakan hukum. Pada 16 Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi administratif berupa denda dengan total Rp2,1 triliun terhadap pihak-pihak terkait pelanggaran di pasar modal.

Menurut Hasan, penjatuhan sanksi tersebut merupakan hasil proses pemeriksaan yang telah dilakukan OJK dan bukan semata-mata respons terhadap dinamika pasar terkini. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menyikapi tekanan pasar melalui langkah terukur dan berdasarkan fakta.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, transparansi menjadi salah satu fokus reformasi pasar modal, antara lain melalui perluasan keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham, klasifikasi investor, dan konsentrasi kepemilikan.

Melalui dialog tersebut, OJK dan SRO berharap masukan dari pelaku pasar, ekonom, analis, dan finfluencer dapat menjadi bahan penyusunan rekomendasi yang objektif dan berbasis fakta. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.


Tags: