(Foto: Gogoso'Buludua/Citizen photographer/GoSulsel.com)

Gogoso’ Buludua, Pemadam Lapar Penumpang Panther Makassar-Soppeng

Sabtu, 09 April 2016 | 14:52 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Irwan Idris - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Hampir tak ada orang Sulawesi selatan yang tak tahu makanan lunak bergurih santan ini. Dibanding nasi putih atau nasi goreng, penumpang mobil angkutan daerah (Panther) dengan tujuan Makassar-Soppeng yang mampir di Buludua, lebih memilih gogoso’ untuk mengganjal perut yang keroncongan sehabis diombang-ambing kecepatan mobil.

Buludua, berada di daerah puncak yang juga jadi perbatasan antara kabupaten Barru dan Soppeng, Sulawesi selatan. Titik tengah antara kedua kabupaten tersebut dibuat sebagai tempat peristirahatan penumpang dan sopir kendaraan. Cuacanya yang dingin membuat lokasi ini nyaman untuk meregangkan otot.

Gogoso’ terbuat dari beras ketan putih atau hitam yang dipanggang bersama siraman cairan santan kental. Bentuknya silinder panjang dibungkus dengan daun pisang muda. Gogoso’ ini ada yang berisi daging atau gogoso’ kambu, adapula yang polos. Rasanya sama-sama nikmat dan kenyal. Dan yang terpenting adalah, gogoso’ selalu standby di meja makan warung Buludua. Tanpa memesan pada pelayan warung pun, pengunjung bisa langsung menyantapnya.

Teman santap gogoso agar makin nikmat biasanya mie instan berkuah hangat atau cukup dengan telur asin yang juga selalu tersedia disamping talenan gogoso’berada.

“Saya lebih suka makan gogoso’ disbanding nasi. Gogoso tidak perlu dipesan, apalagi kalo lapar sekalimeki”, ucap Rahmah, pengunjung warung Buludua, Sabtu (9/4).

Harganya cukup murah. Dengan sepuluh ribu perak, anda sudah bisa menikmati beberapa biji gogoso ini.(*)