Patung Ayam Jantan Daya yang Berkokok di Pasar

Senin, 11 April 2016 | 19:19 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Macet, jadi hal biasa yang terjadi kala petang di perempatan jalan pasar Daya. Transaksi pedagang dengan pembeli yang tumpah ruah bisa jadi alasan utama kemacetan di tempat ini. Selain dari populasi kendaraan yang memang tiap tahun bertambah kita pungkiri.

Bisingnya kendaraan seolah mengalahkan patung Ayam Jantan yang bertengger tegak, membusung dada seolah ingin ‘berkokok’ ke arah barat. Patung yang terletak di antara Jl Perintis Kemerdekaan dan Jl Paccerakkang, Daya, Kecamatan Biringkanaya, ini dalam tahap renovasi saat ini, Senin (11/4/2016)

Patung ini berada dalam sebuah taman kota yang dikelolah pemerintah. Bila melintas di jalan, sekilas hanya patung ayam jantan yang menonjol. Jika kita lihat secara teliti, terdapat empat buah patung ayam di dalamnya. Patung ayam betina dan dua ekor anaknya melengkapi sang Jantan.

Menurut beberapa warga setempat, patung tersebut dibangun sebagai simbol tentang ‘Ayam Jantan dari Timur’, sejarah kota Makassar pada saman Belanda. Ada juga yang menjelaskan, bahwa patung itu dibangun dari kisah ‘Ayam Jantan Jago’, setempat. Sebab dari dulu tempat tersebut terkenal sebagai lokasi jual beli ayam sekaligus adu ayam jantan.

Ada beragam versi kisah tentang patung Ayam Jantan. Namun soal waktu banyak orang tidak tahu persis, kapan patung itu dibangun. Hingga sampai pada seorang bapak dengan perawakan lanjut usia memberikan keterangan. Syamsuddin, salah satu pedagang di pasar Daya pun berkisah.

Halaman: