(Foto: Ketua DPRD Tana TOraja berkunjung ke lokasi longsor/Titus Samara/GoSulsel.com)

Ketua DPRD Tana Toraja Pantau Lokasi Longsor Bersama Kadis PU

Minggu, 17 April 2016 | 19:02 Wita - Editor: Irwan Idris -

Tana Toraja — Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, bersama Kadis PU Tana Toraja, Aris Paridi, mengunjugi lokasi longsor Trans Sulawesi, Poros Bittuang-Masanda yang menghubungkan Sulawesi selatan dan Sulawesi barat, Sabtu (16/4).

Jalan Poros Bittuang-Masanda yang menghubungkan Sulawesi Barat ini yang ada di Lembang Patongloan, Kecamatan Bittuang dan Lembang Paku, Kecamatan Masanda, Kabupaten Tana Toraja, tertutup tanah longsor sejak Senin 11 April lalu. Rombongan Ketua DPRD Tana Toraja di sambut oleh Camat Bittuang B.R.Tangibali dan Camat Masanda, Daud Balalembang bersama kepala Lembang yang ada di dua Kecamatan ini.

Sementara itu, menurut Camat Masanda, Daud Balembang, menduga kalau ambruknya badan jalan dan tanah longsor ini diakibatkan gempa di bawah tanah. Ada tiga titik yang rusak akibat longsor ini. “Titik pertama sampai titik kedua badan jalan hampir putus, sementra titik ketiga yang sangat parah karena kendaraan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan Roda empat. Sekitar dua hari kejadian baru akses jalan bisa dilalui kendaraan roda dua berkat gotong-royong masyarakat setempat,” ucap Camat Masanda.

Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi berjanji akan segera membuka akses Jalan Poros trans Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini secepat mungkin supaya aktivitas masyarakat bisa kembali normal.  “Saya sudah minta Badan Jalan Besar Nasional Wilayah IV untuk kerahkan Alat Berat, serta Dinas PU Tana Toraja untuk membantu,” ujar Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, Sabtu 16 April 2016, kepada GoSulsel.com di lokasi Bencana.

“Pemerintah setempat saat ini masih berusaha untuk membuka jalan poros yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat tersebut,” ungkap Welem.(*)

Kontributor Tana Toraja: Titus Samara/GoSulsel.com