Ilustrasi

Destinasi Wisata Akan Distandarisasi Halal

Senin, 18 April 2016 | 14:28 Wita - Editor: Syamsuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Makassar, Gosulsel.com – Wisata halal kini menjadi trend baru dalam industri pariwisata di dunia, dimana wisatawan asal Timur Tengah menjadi pangsa pasar. Namun, di Indonesia keberadaan wisata ini terkendala dengan ketiadaan standar halal.

Ketiadaan standar halal untuk destinasi wisata dinilai menyulitkan pelaku bisnis wisata untuk menjelaskan definisi halal di Indonesia kepada wisatawan asing. Untuk itu, Kementerian Pariwisata akan segera mengeluarkan Peraturan Menteri tentang standarisasi wisata halal.

“Pangsa pasar wisata halal saat ini sebagian besar dari Malaysia, Brunai dan negara-negara Timur Tengah. Karena itu, perlu dibuat aturan khusus supaya penyelenggaraan wisata halal dapat diawasi dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kadis Budpar Sulsel, Jufri Rahman, Senin, (18/4/2016).

Lebih jauh, Jufri menjelaskan jumlah wisatawan asal negara muslim terus mengalami peningkatan. “Jumlah kunjungan wisata halal ini menunjukkan angka yang sangat signifikan dan mereka berani membayar lebih untuk layanan yang diberikan,” jelasnya.

Humas perusahaan kosmetik halal Wardah, Suci Hendrina menambahkan, wisata halal tidak hanya dicerminkan dari makanan halal. Tapi aspek lain pun harus menunjukkannya, seperti gaya hidup dan fashion.

Halaman: