(Foto: Hj. Ti'no sedang menganyam daun nipah untuk dijadikan atap/Rabu, 27 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)

Yang Tersisa dari Perajin Atap Nipah di Kampung Kera Kera

Kamis, 28 April 2016 | 09:25 Wita - Editor: Irwan Idris - Reporter: Marwan Paris - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com — Seorang perempuan perajin sedang menganyam lembaran daun nipah yang akan dirangkai menjadi selembar atap di desa Kera kera, kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Hj Ti’no (70), sosok perempuan yang sudah puluhan tahun menekuni kerajinan nipah. Ia melakoni kerajinan tersebut sebagai usaha sampingan mengisi waktu luang.

Dalam menjalankan usahanya, Hj Tino dibantu oleh anak hingga cucuknya. Serta beberapa orang warga sekitar yang masih mau bekerja menganyam daun nipah.

“Dulu banyak warga disini yang jadi perajin daun nipah. Kebanyakan orang tua, tapi sekarang berkurangmi. Tinggal sisa berapa orang mami yang bisa kerja,” kata Hj Ti’no kepada GoSulsel.com, Rabu (27/4).

Puluhan tahun lalu, lanjutnya, masih banyak orang yang butuh atap dari nipah. Tapi sekarang zaman telah berubah, sudah mulai berkurang yang membutuhkan.

Rata-rata lembaran atap yang diproduksinya dikirim ke daerah-daerah. Seperti Takalar, Gowa, dan Maros karena di daerah-daerah itu masih ada yang butuh atap nipah untuk dipakai sebagai atap kandang ayam ternak atau pada acara khusus seperti nikahan untuk lasuji.


Hj Ti'no
(Foto: Hj. Ti'no sedang menganyam daun nipah untuk dijadikan atap/Rabu, 27 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)
Hj Ti'no
(Foto: Hj. Ti'no sedang menganyam daun nipah untuk dijadikan atap/Rabu, 27 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)
Hj Ti'no
(Foto: Hj. Ti'no sedang menganyam daun nipah untuk dijadikan atap/Rabu, 27 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)
Hj Ti'no
(Foto: Hj. Ti'no sedang menganyam daun nipah untuk dijadikan atap/Rabu, 27 April 2016/Fotografer: Marwan Paris/GoSulsel.com)