Ilustrasi Inflasi. Foto: DBN

BI Laporkan Inflasi Sulsel 0,04%, Diprediksi Tetap Terkendali Sampai Akhir 2021

Rabu, 03 November 2021 | 09:09 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Bank Indonesia melaporkan bahwa inflasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar 0,04 persen pada Oktober 2021. Merujuk pada data itu, laju angkanya diprediksi bakal terkendali hingga akhir tahun 2021.

Ada beberapa kelompok penyumbang utama. Yakni perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan harga kontrak atau sewa rumah, seng dan tukang bukan mandor.

Selanjutnya, kenaikan pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Dipengaruhi oleh kenaikan harga sabun detergen, pembersih lantai dan pengharum cucian.

“Kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dipengaruhi oleh kenaikan harga shampoo dan pasta gigi,” kata Plt Kepala Perwakilan BI Sulsel, Fadjar Majardi, Selasa (02/11/2021).

Sementara inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Hal itu dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas telur ayam ras, ikan bandeng atau bolu, tomat, dan beras.

“Penurunan harga pada komoditas ini didukung oleh distribusi yang lancar sehingga ketersediaan pasokan relatif terjaga meski di tengah situasi PPKM,” sambung Fadjar.

Bank sentral tetap mengantisipasi potensi kenaikan tekanan inflasi pada sisa tahun 2021.

Bersama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya, yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kami bakal terus melakukan koordinasi dan merumuskan strategi pengendalian inflasi. Beberapa strategi utama meliputi koordinasi kelancaran produksi dan distribusi komoditas pangan strategis, serta optimalisasi pemantauan harga secara langsung di lapangan maupun melalui PIHPS,” tukasnya.(*)


BACA JUGA