Beras

Stok Bulog Aman hingga 2016

Selasa, 06 Oktober 2015 | 23:23 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Kepala Divisi Regional Perum Bulog Sulawesi Selatan, A Muis S Ali, memastikan stok beras yang ada di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulsel masih aman.

Pasalnya, stok beras yang tersedia melebihi dari kebutuhan ketahanan pangan hingga 15 bulan mendatang. Sehingga dipastikan ketersediaan beras mencukupi sampai tahun 2016. Hal ini disampaikan langsung melalui via SMS.

Dikatakannya, kebutuhan beras masyarakat Sulsel masih aman karena disuplai hampir dari seluruh kabupaten, seperti Pinrang, Sidrap, Polmas, Wajo, Bone, dan Palopo. Bahkan ada yang melebihi dari target, di antaranya Kabupaten Sidrap dan Pinrang.

Kabupaten Pinrang bisa menyuplai hingga 50ribu ton dan Sidrap 80ribu ton per tahun, namun Muis mengaku suplai beras dari kedua kabupaten ini bahkan terkadang melebihi dari yang ditargetkan.

“Kalau untuk Makassar pemenuhannya hanya 630 ton per bulan dan untuk seluruh Sulsel kita membutuhkan sekitar 8 ribu ton per bulan untuk beras raskin. Jadi Sulsel sendiri bahkan bisa menyuplai ke beberapa provinsi,” akunya.

Halaman 2

Lebih lanjut Muis juga mengatakan, terhitung sejak Januari hingga September ini telah terkirim 224 ribu ton beras kepada 14 provinsi yang ada di Indonesia.

“Tidak ada impor beras, justru kita menyuplai beras Sulsel yang dikirim ke 14 provinsi. Sulsel adalah  penyanggah pangan nasional,” pungkasnya.

Muis membeberkan terjadi penurunan harga beras di pasaran untuk pekan ini, yang sebelumnya seharga Rp 9 ribu per liternya, untuk pekan ini turun menjadi Rp 8 ribu per liternya. Bukan hanya itu, harga gabah pun turun dari Rp 5.200 per liter menjadi Rp 4.500.

Musim kemarau kali ini diakui Muis tidak begitu berdampak signifikan terhadap kesediaan pangan di Sulsel. Sebab semua data persawahan diakuinya menggunakan delegasi.

“Untuk bulan Desember nanti kemungkinan sawah-sawah akan siap panen kembali dan kami optimis hasil panen ini mencapai 500 ribu ton, ini target kami,” katanya.


BACA JUGA