Para tukang ojek sedang duduk-duduk di pangkalan ojek depan Perumahan Telkomas. (Foto: Memed/GoCakrawala)

Beroperasi di Telkomas, Gojek Diprotes oleh Para Ojek

Minggu, 11 Oktober 2015 | 13:48 Wita - Editor: Nilam Indahsari -

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Pengoperasian Gojek yang berada di Kota Makassar mendapat protes dari ratusan tukang ojek yang mangkal di Kompleks Perumahan Telkomas dengan memasang spanduk di sekitar pangkalan ojek mereka. Selain melarang Gojek masuk wilayah Telkomas untuk mengambil penumpang, para tukang ojek juga mengimbau agar warga perumahan di Telkomas tidak menggunakan jasa Gojek itu.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang tukang ojek bernama Haris (51), warga Jalan Poros Telkomas Lorong 5, saat ditemui di pangkalan ojek. Jumlah tukang ojek yang ada di perumahan ini sebanyak 168 orang, namun yang beroperasi sekitar 70 orang saja. Menurutnya, kehadiran Gojek di Makassar merupakan saingan bagi para tukang ojek yang tidak mengetahui tentang teknologi aplikasi yang digunakan Gojek.

Sistem online itulah yang menjadi kendala bagi tukang ojek yang rata-rata menggunakan ponsel sebagai alat penerima saja. Bahkan untuk mengirim pesan via messenger dalam aplikasi ponsel mereka masih belum banyak yang mengetahui.

Spanduk protes tukang ojek terhadap keberadaan Gojek dipasang dua minggu lalu. Namun, spanduk itu sudah hilang beberapa hari yang lalu.

“Saya dan teman-teman memasang spanduk protes terhadap Gojek 2 minggu lalu. Tapi sudah ada yang ambil dan tidak tahu siapa pelakunya,” tutur Haris.

Halaman 2
Spanduk para ojek Perumahan Telkomas yang menentang beroperasinya Gojek di perumahan itu. (Foto: Memed/GoCakrawala)

Spanduk para ojek Perumahan Telkomas yang menentang beroperasinya Gojek di perumahan itu. (Foto: Memed/GoCakrawala)

Walau penghasilan sehari-hari tidak mengalami perubahan dengan hadirnya Gojek, namun para tukang ojek mengharap agar pemerintah atau pihak yang berwenang bisa jadi penengah terkait aksi protes mereka. Harapan itu disampaikan oleh para tukang ojek untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi di kemudian hari bila hal ini dibiarkan berlarut-larut.

 

Reporter: Memed/GoCakrawala

Tags:

BACA JUGA