Coto, Jalan Mangadel
Semangkuk Coto Gembira olahan H Rahman. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)
#

Habis Coba-Coba, Terbitlah Coto Gembira

Kamis, 15 Oktober 2015 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar-GoSulsel.com -Jika melewati Jalan Mangadel yang sejajar dengan Jalan Pongtiku, tak lengkap rasanya jika tak singgah menikmati Coto Gembira olahan H Rahman Husain. Pasalnya, coto yang banyak diminati penduduk sekitar jalan ini sudah jadi primadona sejak tahun 1976.

H. Rahman, pendiri Coto Gembira sebelumnya tak sangka bisa lahirkan karya kuliner dari tangannya. Kala itu, ia masih berumur sekitar 20 tahun.

“Awal mulanya ya sekadar coba-coba saja. Tidak ada bakat sebelumnya membuat coto. Namun karena rasa penasaran akhirnya jadilah seperti saat ini,” kisah H Rahman kepada GoSulsel.com, Senin (12/10).

Lain bentuk lain rasanya. Hal itu diucapkan H Rahman karena memiliki keunikan dalam sajian coto khas Makassar-nya. Kuahnya yang berwarna gelap dan saus tauco yang diolah halus membuat lidah makin bergoyang karena kelezatannya.

“Kuahnya berwarna gelap, tidak jauh dari rempah yang kita sajikan. Salah satu bahan dasarnya adalah susu. Gunanya agar kuahnya semakin gurih,” ungkapnya.

Halaman 2

Di samping kuahnya yang gurih, lain lagi dengan isi dari coto yang disajikan. Semua jenis olahan daging ada di sini, mulai dari lidah, daging luar dan dalam, hati, paru, dan banyak lagi. Namun, banyaknya pelanggan yang datang lebih memilih otak sapi.

Hamiruddin, salah seorang pelanggan tetap Coto Gembira menjelaskan, sangat suka dengan coto otak sapi H Rahman.

“Rasanya seperti sum-sum. Sehari biasanya sampai 3 mangkuk,” kata Hamiruddin.

Di samping harganya yang terjangkau yakni Rp 15 ribu per mangkuknya, akan disajikan dengan ketupat dengan harga Rp 3 ribu per bijinya dengan aroma khas pandan.

Untuk menikmati coto legenda ini, Anda harus mempersiapkan waktu di antara pagi hingga siang hari. Soalnya Coto Gembira ini hanya buka mulai pukul 7 pagi hingga pukul 1 siang.

Halaman 3
Coto

H Rahman dengan Coto Gembira-nya. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

“Maklumlah, warung cuma saya saja yang mengurus, sudah tua juga. Jadi tutupnya juga cepat,” ujarnya sembari tertawa.

H Rahman juga menjelaskan sudah punya 3 cabang di Jakarta. Kini ketiganya dikelola oleh sahabatnya. Lokasi itu berada di samping Jakarta Theater, Tebet, dan Senayan.

Dalam kesehariannya menjual, H Rahman banyak kedatangan tamu pemerintah, mulai dari Bupati Soppeng, Soko Guru Unhas, dan beberapa pejabat yang lain. Dan dalam sehari, warung ini sanggup menghabiskan 100 porsi.


BACA JUGA