Sari Laut Mbak Anggi yang buka sejak pagi hingga dini hari. (Foto: Isnaniah Nurdin/GoSulsel.com)
#

Ayam Celup Sari Laut Mbak Anggi untuk Makan Siang

Senin, 19 Oktober 2015 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Citizen Reporter

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Makan siang pakai menu dari Sari Laut? Bisa saja. Datang saja ke Sari Laut Mbak Anggi yang terletak di Jalan Bulukunyi. Tak seperti lazimnya penjual Sari Laut yang lain, warung ini malah buka dari pagi hingga dini hari.

Sari Laut Mbak Anggi adalah usaha kuliner yang dimiliki oleh keluarga Ari Sukarna yang berdarah Jogja. Tahun 2005, Ari mendirikan usaha kuliner Sari Laut Mbak Anggi, mengambil nama puteri pertamanya.

Ari mengontrak halaman depan rumah keluarga Amil Shadiq yang terletak di Jalan Bulukunyi. Kala itu, menu sari laut yang disajikannya sebatas ayam goreng lalapan, bebek goreng, dan ikan laut yang digoreng. Pelanggannya terbilang banyak utamanya kalangan anak sekolah, mahasiswa, dan pegawai kantoran.

“Ramai sekali, antri begitu, sampai tempat gak cukup,” kenang Anggry Ningrum Kusuma W, anak Ari ketika ditemui di warungnya, Rabu (17/06).

Usaha kuliner itu kini dikelola oleh generasi kedua. Ari sendiri memilih untuk tak lagi terlibat penuh pada operasional bisnis. Namun, ia tetap mengontrol jalannya proses bisnis sehari-hari.

Halaman 2

“Tahun pertama usaha ini dibuka yang banyak berperan adalah orang tua. Saya sekadar bantu-bantu saja. Memasuki tahun kedua, peran itu mulai berganti. Bisnis keluarga ini dipercayakan kepada saya dan peran orang tua lebih pada kontrol atau pengawasan,” tutur Anggry Ningrum Kusuma W, pemilik baru Sari Laut Mbak Anggi.

Ayam goreng lalapan adalah menu andalan yang ditawarkannya. Pelanggan setia Sari Laut Mbak Anggi memiliki sebutan khusus untuk menu andalan ini, Ayam Celup–begitu mereka menamainya. Nama ini bermula dari anak-anak SMANSA yang memang doyan makan di tempat itu, maklum kala itu harga yang ditawarkan untuk satu porsi Ayam Celup hanya Rp 9 ribu. Setiap kali makan di tempat itu, mereka akan memesan dengan suara nyaris teriak.

“Pesan Ayam Celup, mbak. Ayamnya dicelup ya, mbak. Yang banyak celupnya,” tiru Anggi.

Proses pembuatan Ayam Celup didahului dengan mengkukus (ungkep) potongan ayam yang telah dibumbui. Setelah itu, dicelup ke dalam adonan tepung yang telah dibumbui sampai merata kemudian digoreng pada suhu tertentu.

Ayam yang dikukus membuat rasanya lebih gurih dan bumbunya lebih meresap sehingga setiap gigitannya memberi cita rasa yang kuat bagi penggemarnya. Ayam Celup disajikan bersama nasi putih, lalapan, dan sambal khas Sari Laut Mbak Anggi.

Halaman 3

Memasuki tahun keenam (2011), usaha kuliner itu berpindah lokasi. Kontraknya tidak diperpanjang lagi oleh pemilik rumah. Kemudian usaha kuliner itu pindah ke rumah toko yang jaraknya tak jauh dari lokasi sebelumnya. Pindah lokasi ini sempat membuat Anggi kehilangan pelanggan hingga separuh dari biasanya. Hal ini berlangsung hingga 6 bulan.

Di tempat yang baru Anggi mulai melakukan beberapa inovasi. Sari Laut miliknya yang biasa melayani pembeli pada pukul 6 sore dibuka lebih awal pada pukul 9 pagi dengan menyiapkan menu sarapan nasi campur dan nasi rawon. Ia juga menyiapkan delivery service dalam kota Makassar bagi pesanan minimum dua porsi.

Bagi alumni Fakultas Hukum Unhas itu, menekuni bisnis kuliner bersama keluarga adalah kebahagiaan tersendiri, apalagi Anggi bersama keluarga besarnya adalah pencinta kuliner. Neneknya juga memiliki usaha kuliner yang menyediakan nasi campur di Panaikang.

Kini, Sari Laut Mbak Anggi telah memiliki cabang di Panaikang dan mampu mengumpulkan keuntungan bersih sebanyak Rp 4 hingga 5 juta per hari. Ke depan, ibu 1 puteri ini berkeinginan memperluas tempat usahanya agar pelanggan kian nyaman menikmati menu kuliner sajian Sari Laut Mbak Anggi.

 

Citizen Reporter: Isnaniah Nurdin