Pembicara Simposium Seni Rupa bertema "Makassar Sebagai Kota Dunia Melalui Seni Budaya" yang merupakan rangkaian Makassar Biennale 2015: Nurul Chamisany (kiri), Nirwan Ahmad Arsuka (kedua dari kiri), dan A Siswaty (kedua dari kanan). (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)
#

Ketua UPTD Museum Kota Makassar: Pelajaran Seni Perlu Ditingkatkan

Kamis, 22 Oktober 2015 | 17:52 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Perkembangan seni budaya di dunia pendidikan dipaparkan di Societeit de Harmonie dengan tema “Makassar Sebagai Kota Dunia Melalui Seni Budaya”, Kamis (21/10).

Nurul Chamisany, Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Kota Makassar, menjelaskan perlunya meningkatkan seni di Makassar khususnya di dunia pendidikan.

“Hal ini merupakan langkah awal perkembangan melalui diskusi Simposium Seni Rupa di Gedung Kesenian Makassar. Kesenian merupakan pelajaran non formal yang ada di sekolah. Namun untuk mengembangkannya, perlu meningkatkan SDM guru seni di sekolah dengan cara mengikutsertakan guru ke diskusi kesenian seperti saat ini,” kata Nurul, di hadapan hadirin simposium.

Hal itu disampaikannya agar siswa siswi di usia dini mampu mengenal budaya melalui kreativitas seni yang diajarkan di sekolah.

Selain Nurul, hadir pula sebagai narasumber Nirwan Ahmad Arsuka, seorang pengamat seni, dan A Siswaty dari Dinas Pendidikan.


BACA JUGA