Seorang warga sekitar Tanjung Bayang yang menjual jagung rebus. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Tanjung Bayang, Kisah Pantai yang Mulai Ditinggalkan

Minggu, 25 Oktober 2015 | 09:09 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Makassar memiliki lokasi yang asyik buat memandang keindahan matahari terbenam di sepanjang garis cakrawala sekaligus jadi tempat wisata bersama keluarga di akhir pekan. Yap, tempatnya di Pantai Tanjung Bayang.

Nama Tanjung Bayang sebenarnya merupakan danau yang terletak di pinggir Jalan Metro Tanjung Bunga. Lokasinya pun tak terlalu jauh dari pusat keramaian kota. Di dekatnya ada pantai yang kemudian akrab dinamai dengan nama Tanjung Bayang. Pantai ini kerap ramai pada Sabtu dan Minggu sore oleh pengunjung.

“Memang kalau hari Sabtu sepi pengunjung. Sore biasanya baru ramai sampai hari Minggu. Tapi itupun kadang-kadangji ramai, beda dari yang dulu,” ujar Daeng Te’ne’, warga sekitar Tanjung Bayang, kepada GoSulsel.com, Sabtu (24/10/2015).

Pantai yang sejak lama dihuni mayoritas orang Makassar ini meraup rezeki dengan cara menjual beraneka macam jajan dan minuman. Mereka juga mendirikan bale-bale (semacam gazebo) dan rumah panggung untuk disewakan kepada pengunjung yang hendak menginap. Namun, saat ini peminatnya sudah sangat sedikit.

“Kita di sini paling banyak yang mencari rezeki lewat pengunjungji. Jual makanan, minuman, sewa bale-bale, dan rumah panggung. Jadi putaran uangta itu dari pengunjung saja,” tambah Daeng Te’ne.

Halaman 2

Di sepanjang pantai tampak puluhan bale-bale yang terbuat dari gamacca (bilik dari sulaman bambu) yang diatapi oleh karung beras berwarna biru untuk menghalangi para pengunjung dari terik matahari. Untuk menempati tempat ini, warga mematok tarif mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu perharinya.

“Untuk bale-bale, dikenakan tarif Rp 50 ribu. Kalau rumah panggung Rp 500 ribu per malamnya,” ujar Daeng Gassing, warga pesisir Tanjung Bayang.

Namun, sebagian wisatawan pantai ini sedikit resah dan tidak merasa nyaman dengan keberadaan sampah yang menumpuk hingga terombang-ambing di pinggiran laut.

“Yah, saya cuma prihatin sama keadaan pantai ini. Dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahan. Sampah di mana-mana. Jelas saja pantai ini sudah kurang pengunjung karena tidak dipelihara dengan baik,” ujar pengunjung yang tidak ingin disebutkan namanya.

Halaman 3
Beberapa pengunjung sedang berwisata di Pantai Tanjung Bunga. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Beberapa pengunjung sedang berwisata di Pantai Tanjung Bunga. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Meski kondisi pantai kurang terurus, sebagian pengunjung Tanjung Bayang tak merasa risau dengan hadirnya sampah yang berserakan di atas pasir.

“Kalau kami semua yang penting murah, bisa nongkrong sama teman sambil melihat sunset dari pinggir Pantai Tanjung Bayang. Pemandangannya yang dicari,” ujar pengunjung yang tak mau juga dituliskan namanya.


BACA JUGA