Lukisan-lukisan wajah Asdar Muis RMS yang dipajang saat peringatan setahun meninggal dunianya di Gedung Mulo, Selasa (27/10). (Foto: Achmad Fauzi/FB)
#

SYL: Asdar Punya Karakteristik yang Khas

Selasa, 27 Oktober 2015 | 23:45 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Muhammad Seilessy - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Sejumlah seniman Makassar mengenang 1 tahun meninggal dunianya seniman Asdar Muis RMS. Mereka mengenang kepergiannya dengan membacakan esai dan meluncurkan buku berjudul “Obituary Asdar Muis RMS, Menunda Kekalahan dengan Karya, Teman, dan Makan” yang berlangsung di Gedung Mulo Makassar, Selasa (27/10) pukul 8.30 malam.

Asdar Muis RMS merupakan seniman yang unik dibandingkan dengan seniman lain di Kota Makassar. Karya dan esai hingga saat ini tak bisa dilupakan oleh sahabat, keluarga, dan koleganya.

“Asdar itu memiliki karakteristik yang khas, berbeda dengan teman-teman lainnya. Dia muncul di saat tak dibutuhkan dan terlebih lagi, saat dibutuhkan. Seringkali kalau saya lagi susah, banyak masalah, dia muncul tiba-tiba dengan gayanya yang khas. Sambil berdiskusi dan menawarkan berbagai pintu-pintu alternatif,” kata Gubernur Sahrul Yasin Limpo saat membacakan testimoni mengenang 1 tahun Almarhum di Gedung Mulo.

Sahrul menambahkan, banyak kisah yang dilewatinya bersama Asdar, terlebih lagi pada saat Asdar mulai sakit-sakitan, dirinya banyak mengisahkan kesan dengan candaan.

“Aku ketemu dia dan ngomong sama dia, kalau sakit kasi tahu juga aku. Mungkin sebelum kamu meninggal, bisa kita ada permintaanmu. Namun ada hal yang diminta dari saya, kata dia (Asdar). Saya tanya apa itu dan dia bilang kalau aku meninggal tertawalah di depan mayatku,” kata Sahrul sambil meniru percakapannya dengan Asdar.

Halaman 2

Asdar di mata Sahrul, merupakan sosok sahabat yang baik dan humoris serta seniman yang unik. Almarhum memiliki banyak kemampuan dan hasil karya dan esai.

Dalam acara ini, Sahrul juga membacakan esai ciptaannya sendiri tentang Asdar.