Para penjual koran di Kilo 4, Jalan Urip Sumoharjo. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Daeng Beta yang Menyambung Hidup di Kilo 4

Jumat, 30 Oktober 2015 | 08:30 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Begitu lampu merah menyala di perempatan lampu merah Kilometer 4, Jalan Urip Sumoharjo, maka sejumlah orang akan turun ke jalanan. Mereka akan mendekat ke pengendara motor atau pintu angkot-angkot dan kace jendela mobil pribadi. Di tangan mereka membawa tumpukan koran yang headline-nya dipamerkan.

Salah seorang dari mereka benama Daeng Beta. Lelaki ini mudah dikenali karena postur tubuhnya yang mencolok perbedaannya dari kawan-kawan seperjuangannya di Kilo 4.

“Saya sudah lama kerja begini. Untuk makan dan sebagainya,” ungkap Daeng Beta dengan vokal yang kurang jelas kepada GoSulsel.com, Selasa (27/10/2015).

Daeng Beta yang kerap disapa Beta ini menjual koran mulai dari pukul 7 pagi hingga sore. Namun jika kelelahan, pria berpostur kecil ini lebih memilih istrahat dan melanjutkannya esok hari.



“Biasa mulai pagi sampai malam. Biasa juga sebentarji karena kelelahan,” katanya, singkat.

Halaman 2
Daeng Beta yang biasa berjualan di Kilo, Jalan Urip Sumoharjo. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Daeng Beta yang biasa berjualan di Kilo, Jalan Urip Sumoharjo. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Tiap hari Beta menjual koran yang diperolehnya dari distributor mitra kerjanya. Ketika ditanya soal berapa keuntungannya tiap hari, Beta enggan menjawab dan memilih melanjutkan kegiatannya mencari nafkah. Rekannya yang ada di lokasi itu meluruskan maksud Beta.

“Kalau menolakki begitu berarti lagi semangatki kerja,” jelas salah seorang kawannya yang juga menjajakan koran, sambil tertawa.


BACA JUGA