Ekonomi Melambat, Pegadaian Tetap Optimistis Capai Target

Sabtu, 31 Oktober 2015 | 02:45 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1
Makassar,GoSulsel.com – Meski ekonomi saat ini melambat PT Pegadaian (Persero)
Kanwil VI Makassar tetap optimistis dengan penyaluran kredit atau outstanding loan (OSL), meski dengan target yang sedikit realistis.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VI Makassar, Nuril Islamiah
mengatakan, dari target Rp3,6 triliun mungkin hanya bisa dicapai capai sekira 94 persen atau Rp3,4 triliun. Pihaknya mengaku, hal tersebut dikarenakan perlambatan ekonomi.
“Secara keseluruhan, target 94 persen kita akan capai meskipun perlambatan ekonomijuga cukup terasa. Pengaruh musim kemarau juga berimbas pada melambatnya penyaluran kredit,” ungkapnya disela-sela acara BUMN Marketeers Club di kantor
Pertamina MOR VII, Jalan Garuda, kemarin.Tak hanya itu, hal yang sama juga berlaku pada realisasi laba. Awalnya, pihaknya
memprediksi laba bisa mencapai Rp443 miliar. Namun, targetnya diturunkan sedikit
menjadi Rp401 miliar. “Dalam semester I, sudah terealisasi sekira 65 persen,” akunya.

Secara umum, kata Nuril, ia mengakui pertumbuhan laba masih positif. “Penurunan
signifikan tidak ada, tetapi tahun ini hanya bertumbuh 16 persen dari target 20,3 persen. Karena diperkirakan ekonomi masih lesu, tahun depan kita juga realistis menargetkan pertumbuhan hanya di kisaran 16 persen juga,” urainya.
Halaman 2

Berdasarkan segmen jasa, core bisnis gadai masih dominan. Jasa gadai mengkontribusi
hingga 88 persen disusul pembiayaan mikro dan pembiayaan emas. “Cuman dengan konsep pegadaian serba bisa, maka kita ingin lebih optimal menggenjot
semua layanan,” ujarnya.

Oleh karena itu, salah satu layanan yang akan digenjot yakni tabungan Emas. Pihaknya mengatakan, saat ini ada dua outlet yang melayani program tersebut. “Dari tujuh Deputi, kita akan dorong masing-masing memiliki 20 outlet. Sehingga di awal Desember kita sudah punya 140 outlet yang menjalankan program Tabungan Emas dari total 440 outlet,” tambahnya.

Sejak diluncurkan, lanjutnya, sudah mencapai 2 ribu rekening di kota Makassar.
Untuk lebih meningkatkan, ia mengatakan, sangat diperlukan edukasi sehingga bisa
meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kesadaran masyarakat dulu kita bangkitkan. Nasabah kita edukasi, dengan modal 5ribu, sudah bisa beli emas. Dibandingkan jasa Gadai, portofolio Tabungan Emas memang masih jauh,” tutupnya.



Sutriani


BACA JUGA