Gedung Juang 45, Yayasan Andi Sose, Andi Sose, Jalan Sultan Alauddin, SMK Tri Tunggal 45
Facade Gedung Juang 45 yang terletak di Jl Sultan Alauddin. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Jangan Bayangkan Museum Sejarah Jika Berkunjung ke Gedung Juang 45!

Rabu, 02 Desember 2015 | 13:25 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Jika mendengar Gedung Juang 45, mungkin yang terbersit pertama kali adalah sebuah bangunan atau museum bersejarah yang menyimpan berbagai peninggalan dan nilai dari pejuang demi mempertahankan tanah air. Namun, asumsi itu seketika lenyap jika mengunjungi bangunannya yang terletak di Jl Sultan Alauddin No 97.

Alih-alih sebagai gedung untuk mengenang jasa para pahlawan, Gedung Juang 45 ini malah berfungsi sebagai tempat menggelar acara resepsi seperti pernikahan.

Ditemui di tengah kesibukannya, karyawan administrasi Gedung Juang 45, Ayu Tri, menjelaskan, gedung ini dibangun sekitar tahun 1993. Pemiliknya adalah Andi Sose. Sedari awal, menurut Ayu, gedung ini memang diperuntukkan untuk acara masyarakat.

“Memang sudah dari dulu ini bangunan seperti ini. Fungsinya yah sebagai tempat acara saja, baik acara sekolahan sampai acara pernikahan,” jelas Ayu yang ditemui di ruangannya di Lantai 1 Gedung Juang 45.

Selain fungsinya sebagai tempat acara, ternyata di lantai 2 gedung ini juga ditempati oleh sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta. Aktivitas di sekolah ini sama dengan sekolah menengah pada umumnya.

Halaman 2

“Di lantai 2 itu ada sekolah, namanya SMK Tri Tunggal 45. Aktivitasnya samaji dengan sekolah lain. Tapi kan kita taumi itu sekolah kejuruan, jadi ada fokusnya ke perhotelan dan mesin,” ujar rekan Ayu yang tak ingin disebutkan namanya.

Selain mengurusi administrasi Gedung Juang 45, Ayu juga berperan sebagai sebagai staf administrasi sekolah ini. Kedua peran itu silih berganti.

“Kalau tidak ada registrasi sewa gedung, yah paling lari ke sekolah sebagai staf adminji. Begitu memang tugasta’ karena orang yang mau nikah pake gedung tidak setiap hari datang,” ujarnya sambil bercanda.

Adapun tarif sewa gedung yang ditawarkan, Ayu menjelaskan berbagai sarana yang disediakan oleh pihaknya, yakni gedung, electone dan penyanyi, air mineral, pelayan, serta dekorasi standar.

“Siapa tau ada keluargata’ yang mau sewa gedung, totalnya itu Rp 4 juta untuk 300 kursi, 400 set piring, pelaminan adat bugis, electone plus penyanyi, air mineral 11 dos, pelayan, dan dekorasi standar. Nah kalau kurang, setiap kursinya itu dikenakan tarif Rp 3 ribu per buah dan piring Rp 1,5 ribu per buah juga. Kalau air aqua tidak cukup, maka tambahannya itu ditanggung sama pemesan (keluarga mempelai),” imbuhnya.

Halaman 3
Gedung Juang 45, Yayasan Andi Sose, Andi Sose, Jalan Sultan Alauddin, SMK Tri Tunggal 45

Rumah-rumah yang dibangun di depan Gedung Juang 45. (Foto: Andi Dahrul Mahfud/GoSulsel.com)

Untuk saat ini, gedung ini masih berfungsi seperti sedia kala. Meski dihalangi oleh perumahan yang berjejer di depannya, namun karyawannya tak mempermasalahkan. Pasalnya, perumahan itu diadakan oleh Yayasan Andi Sose. Fungsinya juga sebagai tempat tinggal para pengajar (guru) SMK Tri Tunggal.

“Tidak apaji. Kan mereka gurunya SMK Tri Tunggal 45 ji juga. Lagian memang dibangunkan oleh Andi Sose itu di situ. Biarki ada rumah begitu, tetapji berfungsi ini bangunan sebagai tempat acara. Tidak ada masalah soal itu. Lagian banyakmi yang kenalki toh sebagai gedung acara,” jelasnya.

Facade gedung ini berupa patung yang memegang tombak, seolah ada semangat perjuangan yang berkobar di sana. Namun sayangnya, para karyawan tak mengetahui asal-usul mengenai pemberian nama gedung ini.(*)


BACA JUGA