Ilustrasi

Pengembangan Kakao Perlu Dibenahi

Rabu, 02 Desember 2015 | 19:17 Wita - Editor: Chaerul Fadli - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Makassar, GoSulsel.com – Kakao dianggap sebagai komoditas yang berperan menghasilkan devisa bagi negara. Juga penciptaan lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, dan dinilai bisa menyokong agroindustri.

Hal ini disampaikan Direktur Tanam Tahunan dan Pangan Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Dwi Praptomo Sudjatra pada Seminar Peningkatan Daya Saing dan Nilai Tambah Kakao Indonesia di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl Jenderal Sudirman, Rabu (2/12/2015).

“Penyebaran areal dan produksi kakao Indonesia totalnya 1,7 Ha (hektar) di seluruh Indonesia dengan produksi 709. 331 ton. Sementara produksi kakao di dunia sebanyak 4 juta ton dan Indonesia sebanyak 0,709 juta ton atau 19,4 persen,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas itu didominasi perkebunan rakyat hampir 90 persen. Prospek dan potensi pengembangan kakao, kata dia, dapat membuka peluang pengembangan industri kakao dalam negeri. Juga tersedianya SDM handal, peningkatan permintaan kakao dunia, terbukanya pasar baru, serta tersedianya teknologi budidaya.

“Hanya saja, permasalahan yang dihadapi masih rendahnya produktivitas akibat sebagian besar tanaman menua/rusak, mereka belum menggunakan bibit unggul, dan perawatan tanaman yang kurang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, produktivitas tanaman terus menurun, kurang terawat, tua, terserang hama penyakit, serta bahan tanam asalan. Ia berharap, ada kebijakan pengembangan untuk kakao, seperti kebijakan mensinergikan seluruh potensi sumberdaya tanaman kakao.(*)