Ilustrasi

3 Pekerja Kabel Optik Tersengat Listrik di Jl Sultan Alauddin, 1 Tewas

Kamis, 03 Desember 2015 | 05:18 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Memed Slamet - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – 3 Pekerjaan proyek pemasangan kabel optik yang dipasangan di sepanjang Jl AP Pettarani, tersengat listrik, Kamis (3/12/2015) sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam kejadian ini 1 Orang dinyatakan tewas.

Pekerja yang tewas yakni, Sandi (20), warga Jl Permata Sudiang Raya. Sedangkan 2 pekerja lainnya, Muhammad Nuzulkurnain (17) dan Iwan (20) Jl Batua Taman Sudiang, Makassar, sementara di rawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar.

“Benar kami sudah memasang garis polisi dan sudah memintai keterangan pengawas proyek. Rencanya juga kami akan memanggil pemilik perusahaan PT Tiga Sejahtera atas nama Christian Siahaan selaku pelaksanaan proyek,” kata Panit II Mapolsekta Rappocini Ipda Nurtjhayana, ketika dikonfirmasi tadi pagi.

Informasi dihimpun, peristiwa menimpa pekerjaan proyek tiang kabel itu terjadi dini hari, depan Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) di Jl Sultan Alauddin.

Saat itu korban hendak memasang pancang tiang kabel optik. Saat 3 korban memegang tiang yang sudah berdiri tegak, tiba-tiba Sandi terjatuh menggelepar diduga tersengat aliran listrik tegangan tinggi dari kabel yang ada didekat tiang terpasang. Begitu pula dua rekannya yang menyentuh tiang itu.

Diduga tiang yang basah usai hujan mengguyur Kota Makassar barusan mengakibatkan aliran listrik dari kabel telanjang mengalir di tiang tersebut. Rencananya pemasangan tiang kabel optik tersebut digunakan untuk salah satu perusahaan telepon selular di Kota Makassar.

Halaman 2

Pengawas pekerja proyek bernama Agus Supriatno Marpaung mengaku, saat itu dirinya tidak berada di lokasi kejadian. “Saya tidak ada dilokasi kejadian. Soalnya saya lagi mengecek tiang yang terpasang. Tau-tau dengar musibah tersebut” ujar Agus, saat ditemui di ruang UGD RS Bhayangkara jalan Mappaodang.

Sementara, rekan korban, Fahrul (21) mengatakan, pihak PT Tiga Sejahtera kurang memperhatikan keselamatan kerja para pekerja borongan tersebut.

“Kami dibayar 70 ribu pertiang. Pemasangan 40 tiang di sepanjang Jl Sultan Alauddin ini pekerjaannya sudah berjalan sekitar 3 bulan. Pekerjanya ada 9. 3 pekerja ini saya sudah larang untuk kerjakan tiang. Soalnya barusan hujan. Tapi mereka tetap pergi,” ungkap Fahrul.


BACA JUGA