ilustrasi

KPJKB Desak Kapolda Sulsel Atas Pemukulan Wartawan di Soppeng

Kamis, 03 Desember 2015 | 03:32 Wita - Editor: Arul Ramadhan - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berkespresi (KPJKB) Indonesia mendesak Kapolda Sulsel Irjen Pol. Pudji Hartanto Iskandar harus bertanggung jawab atas kekerasan jurnalis yang melibatkan aparat kepolisian sebagai pelaku di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (2/12/2015).

“Kapolda Sulsel harus bertanggung jawab atas peristiwa di Soppeng. Kejadian ini tidak bisa diterima akal sehat, polisi yang seharusnya melindungi jurnalis justru melajukan kasus kekerasan,” kata Koordinator Relawan KPJKB Indonesia, Upi Asmaradhana menyikapi kasus pemukulan oknum aparat kepada Jumardin Nurdin, jurnalis Seputar Indonesia dan Azis Alamuddin, wartawan Tribun Timur di Soppeng.

Koordinator Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua ini menilai bentuk pertanggungjawaban Kapolda adalah mengusut kasus ini secara tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Halaman 2

“Kami berikan waktu 3’x 24 jam untuk memproses hukum pelaku. Jika tidak maka komite akan melaporkan kasus ini langsung ke Kapolri dan Kompolnas karena ketidakmampuan Kapolda membina anggotanya,” ucapnya

Kapolda mesti merespon cepat kasus ini sebab sejak Januari hingga Desember 2015 KPJKB telah mencatat 12 kasus kekerasan jurnalis yang terjadi, lima diantaranya adalah polisi. “Ini sekedar atensi, harus ada langkah preventif kapolda kepada publik untuk memberikan jaminan rasa aman bagi jurnalis di Sulawesi Selatan. Kalau profesi jurnalis saja diperlakukan seperti ini. Gimana warga sipil lainnya. Betul-betul Sulsel darurat kekerasan. Polisinya saja berbuat begini, gimana mau jadi teladan masyarakat,” ujarnya.

Apalagi, diskusi media KPJKB bersama Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Makassar, dan organisasi jurnalis beberapa waktu lalu telah sepakat menjadikan Sulsel sebagai daerah zona merah kekerasan jurnalis.


BACA JUGA