Ilustrasi
#

Survei CRC: Thorig Husler-Irwan Bachri Syam Unggul di Pilkada Lutim

Kamis, 03 Desember 2015 | 19:56 Wita - Editor: Muhammad Seilessy - Reporter: Muhammad Seilessy - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Timur (Lutim) Muhammad Thorig Husler-Irwan Bachri Syam dianggap berpeluang memenangkan Pilkada 9 Desember nanti.

Hal itu terlihat dari hasil survei Celebes Research Center (CRC) yang menempatkan posisi elektabilitas Paslon ini sekitar 61,5%, di atas dua pesaingnya. Paslon Nur Husain-Esra Lamban di urutan kedua dengan 23,3% dan Badaruddin Andi Picunang-Andi Baso Makmur 6,3%.

“Masih ada voter (pemilih) yang belum menentukan pilihan sebesar 9,0%. Namun, melihat gap yang cukup jauh di sisa waktu yang semakin dekat, pasangan calon Thorig-Irwan mempunyai kans sangat besar memenangkan pilkada tanggal 9 Desember nanti,” ujar Herman Heizer melalui siaran pers yang diterima, Kamis (3/12/2015).

Dari tingkat popularitas, katanya, Thorig Husler dan Nur Husain sama-sama dikenal pemilih Luwu Timur. Tingkat keterkenalan Husler dengan Nur Husain tidak jauh berbeda.



“Popularitas Thoriq Husler sudah pada level maksimum 94,3% dan Nur Husain 93,0%, sedangkan Badaruddin Andi Picunang baru 61,0%. Masih banyak warga yang belum kenal Badaruddin,” katanya.

Halaman 2

Tingkat kesukaan dari sosok Husler sangat tinggi, sebesar 88,9%. Sedangkan Nur Husain hanya disukai 71,5% warga Luwu Timur. Sementara, Badaruddin baru disukai oleh 41,4%.

“Thoriq Husler punya posisi persepsi yang sangat bagus di mata masyarakat. Pada aspek kemampuan memimpin, bersih dari korupsi dan perhatian pada rakyat, Husler jauh unggul di atas pesaingnya,” jelasnya.

Menurut Herman, ini indikator utama yang membuat peluang menang paslon Husler-Irwan tinggi dibanding calon yang lain.

Survei dilakukan dengan sampel 400 responden. Dengan metode penarikan sampel secara acak multistage dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 5% pada selang kepercayaan 95%.

Sampel berasal dari 11 Kecamatan di Lutim yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) menggunakan kuisioner sejak 12-16 November 2015.(*)


BACA JUGA