Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan-Karaeng Kio (AdnanKio). (Foto: Dok. Tim AdnanKio).
#

DPI Siap Bubarkan Lembaganya Jika AdnanKio Kalah di Gowa

Jumat, 04 Desember 2015 | 17:44 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Citizen Reporter

Halaman 1

Gowa,GoSulsel.com  – Duta Politika Indonesia (DPI) memastikan pemenang di beberapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulsel sudah bisa diketahui dari sekarang. Di Pilkada Gowa misalnya, lembaga yang dipimpin Dedi Alamsyah Mannaroi ini, menyebut kemenangan pasangan nomor urut 5, Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Malaganni Kr Kio sudah mustahil dibendung.

Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia (DPI), Dedi Alamsyah Mannaroi, bahkan siap membubarkan lembaganya jika, hasil surveinya yang menempatkan AdnanKio di posisi teratas ternyata meleset.

“Saya tidak punya ikatan apa-apa dengan AdnanKio, tapi jika berbicara kredibilitas, saya siap bubarkan DPI jika ternyata hasil survei kami yang menempatkan AdnanKio sebagai pemenang meleset,” ujarnya, Jumat (4/11).

Dari beberap kali pihaknya melakukan tracking per 3 bulan, survei Adnan, jelasnya, menunjukkan trend yang positif alias naik. “Bahkan terakhir kami lakukan survei, bedanya sudah sekitaran 10-20 persen dengan rivalnya,” ucapnya.

Menilik hasil kajian akademis tersebut, ia berani mempertaruhkan lembaganya. “Saya harap pernyataan saya ini tidak ditanggapi sebagai sebuah kesombongan, melainkan ini adalah sebuah sikap tegas dari lembaga yang punya kredibiltas. Bicara kredibilitas berarti bicara keyakinan. Bicara kepercayaan dari sebuah pekerjaan yang profesional,” ujar Dedi.

Halaman 2

Lebih jauh, Dedi menantang, lembaga yang bilang AdnanKio kalah di Gowa, untuk ikut mempertaruhkan lembaganaya.

“Kalau bicara kredibiltas, apakah dia berani bubar? Kalau DPI, pastikan siap bubar. Kembali lagi ini soal kredibilitas, bukan politik survei yang berusaha menguasai opini publik,” tegasnya.

Sebelumnya, lembaga lokal lainnya, Indeks Politika Indonesia (IPI), meneyebut berdasarkan hasil surveinya, maka pasangan Tenri Olle Yasin Limpo-Hairil Muin akan keluar sebagai pemenang jika tidak ada kecurangan.

“Keakuratan surveinya mesti dipertanyakan. Karena belum apa-apa sudah ungkapkan alasan jika nantinya, pasangan yang diunggulkan kalah. Itu namanya membangun opini sesat. Intinya, lembaga-lembaga itu, apakah siap bubar jika hasil riilnya berbeda jauh dengan hasil surveinya,” tantangnya. (*)


BACA JUGA