Ilustrasi
#

Ini Tantangan Penjabat Bupati Jelang Pencoblosan di Pilkada

Jumat, 04 Desember 2015 | 09:10 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com– Sepuluh penjabat bupati yang saat ini mengisi kekosongan di kabupaten yang akan menggelar Pilkada di Sulsel diminta untuk tidak meninggalkan daerah mereka. Terlebih lagi, pemungutan suara yang akan dilakukan 9 Desember atau tinggal empat hari lagi.

“Sudah ada instruksi dari pak Gubernur, semua pejabat bupati harus berada di daerah seminggu sebelum dan sesudah pemilihan. Ini untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan, terutama setelah pencoblosan,” kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, di Kantor Gubernur, Jum’at (4/12/2015).

Lebih jauh, Agus menjelaskan meski semua penjabat bupati memiliki tugas lain di lingkup pemerintah provinsi yang membuat mereka harus bolak balik ke daerah. Namun menjelang, pemungutan pihaknya sudah menyampaikan untuk tetap berada di daerahnya.

“Memang masih ada yang sering ke Makassar, tapi setelah itu mereka akan kembali daerahnya. Intinya dalam setiap hari mereka harus ada di daerah, mengawasi dan membantu penyelenggara pilkada,” jelas Agus, ketika ditemui.

Halaman 2

Pengamat politik, Jayadi Nas menambahkan arahan seperti yang disampaikan oleh  Wagub merupakan salah satu langkah antisipatif. Dirinya berharap, penjabat bupati untuk sementara memfokuskan diri mengawal pemerintah di daerah, utamanya pelaksanaan Pilkada.

“Saya kira sebuah arahan yang baik, sehingga penjabat bupati bisa mengawal pelaksanaan Pilkada di daerahnya. Dengan melakukan koordinasi dengan penyelenggara dan pihak keamanan untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan nantinya,” jelasnya.


BACA JUGA