Jalan Sultan Alauddin, Toko Boneka, Toko Boneka Makassar
Ila, seorang penjaga toko boneka di Jl Sultan Alauddin sedang merapikan boneka jualan yang dijaganya, Minggu (06/12/2015). (Foto: Muhaimin/GoSulsel.com)

Pinggir Jalan Makassar, Ruang Pebisnis Boneka yang Cukup Menjanjikan

Selasa, 08 Desember 2015 | 09:32 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Andi Dahrul Mahfud - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Ruang kini bisa berarti uang. Dan tiap ruang berbeda tarif sewanya tergantung bagaimana pemiliknya mengomodifikasikannya. Karena beberapa ruang strategis telah melonjak harga sewanya, maka sejumlah pedagang pun memilih untuk berjualan di pinggir jalan. Seperti oleh mereka yang berjualan boneka.

GoSulsel.com menemui salah 1 penjaga toko boneka di pinggiran Jl Sultan Alauddin. Namanya Ila. Ia merupakan keluarga dari pemilik usaha boneka itu jadi cukup tahu mengenai usaha ini. Menurutnya, boneka-boneka ini diperoleh dari Bandung, Jawa Barat, dengan harga yang cukup minim.

“Dalam berbisnis, tentu kita cari yang harganya cukup rendah. Di mana-mana seperti itu. Saya jualkan ini boneka mulai dari harga Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu per bonekanya. Harganya juga lumayan murahji. Daripada belinya di mal. Mungkin bisa lebih mahal lagi. Itupun di sini masih bisa ditawar,” ujar Ila, salah seorang penjaga yang merupakan keluarga H Yusuf, si pemilik usaha.

Lebih lanjut Ila bercerita, dengan berjualan di pinggiran jalan ini akan membuahkan hasil yang banyak. Namun, jika di awal, tentu perlu kesabaran dan usaha dalam membangunnya.

“Usaha ini sudah jalan sekitar 1 tahunmi. Kalau alasan memilih terjun menjual boneka di pinggir jalan, sebenarnya karena faktor biaya operasionalnya cukup sedikit dan cukup menguntungkan,” tambahnya.

Halaman 2

Dalam menjalani bisnis yang ditekuninya sejak tahun 2014 lalu, tak tanggung-tanggung H Yusuf menghabiskan modal sekitar Rp 20 jutaan untuk menukarkan dengan berbagai banyak jenis dan model boneka.

“Kalau banyak pengunjung, yah lumayan banyak juga yang laku. Karena di situji patokannya kita bisa lihat keuntungan. Tapi menjelang natal ini, lumayan banyakji lah. Kira-kira ada sampai 25-30 boneka tiap harinya yang laku. Kalau bulan ini lumayan bertambahki seng,” ungkapnya.

Menurutnya, boneka yang dijajakan di pinggir jalan ini merupakan boneka baru. Namun, sayangnya barang itu terlihat tak seindah dengan kebaruannya. Sebab beberapa boneka tak terbungkus oleh plastik sehingga tampak ada debu yang menempel di bagian serat halusnya.

Toko boneka H Yusuf ini mulai dibuka pukul 11 siang hingga pukul 11 malam. Biasanya, puncak pembeli boneka ramai pada saat malam hari. Hal itu pula dikondisikan dengan menggunakan lampu yang cukup terang, agar jualannya terlihat tampak jelas.

Bisnis boneka beraneka bentuk dan warna yang ada di pinggir jalan ini memang cukup menjanjikan. Sebab antusiasme masyarakat akan boneka, apalagi anak perempuan, tak akan habis ditelan oleh zaman.(*)


BACA JUGA